Komentar Dinilai Perkeruh Suasana, Bupati RHP Minta Ketua KNPI Lanny Jaya Lihat Video Secara Utuh

  • Whatsapp
Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH,MSi

Bokondini (KT)-Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH,MSi menilai permintaan KNPI Lanny Jaya agar dirinya meminta maaf kepada petugas kesehatan di Poga dan pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya, Lani Jaya dan Tolikara menyusul video yang diunggah orang tidak dikenal di youtube keliru dan tidak berdasar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) menanggapi komentar dari Ketua KNPI Lanny Jaya Amon Kogoya seperti yang dimuat media ini.

“Permintaan agar saya meminta maaf kepada petugas kesehatan di Poga dan Pemkab Jayawijaya, Lanny Jaya dan Tolikara keliru dan tidak berdasar, sebab video yang diunggah orang tidak dikenal di youtube sudah dipotong aslinya sehingga menghilangkan makna sebenarnya,” ujar Bupati Ricky Ham Pagawak, Minggu (6/7/2020).

Menurut Bupati RHP, jika dilihat sebenarnya video yang asli berdurasi 1 menit 49 detik, justru sama sekali tidak menyinggung petugas kesehatan yang bertugas di Poga maupun pemerintah kabupaten Jayawijaya, Lani Jaya maupun Tolikara.

“Mestinya Ketua KNPI Lani Jaya dalam memberikan komentar melihat secara utuh video terlebih dahulu, bukan memberi komentar pada video yang sudah dipotong aslinya, jangan asal memberi komentar yang justru memperkeruh suasana,” ucapnya.

Bupati menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak menyoroti kinerja pemerintah daerah dari 3 kabupaten dalam pelayanan kesehatan, jika melihat video aslinya.

Bupati menuturkan, saat itu, 18 April 2020, pihaknya melakukan kunjungan kerja dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran virus corona ke Desa Yinaga Poga Ditrik Kelila Mamberamo Tengah yang berada di perbatasan tiga kabupaten yakni Jayawijaya, Lani Jaya dan Tolikara. Termasuk memberikan bantuan alat perlengkapan diri (APD) bagi petugas kesehatan Puskesmas Yikwamak disana.

Pada kesempatan itu, dilakukan tes suhu dan pemberian bantuan bahan makanan bagi masyarakat. Berdasarkan laporan dari masyarakat memang 3 puskemas dari 3 kabupaten itu tidak beroperasi saat pandemi corona kala itu, hanya Puskesmas Yikwanak milik Pemkab Mamberamo Tengah yang melayani masyarakat termasuk memberikan pelayanan jika masyarakat kabupaten tetangga berobat disitu.

“Jadi saya memberikan motivasi kepada petugas kesehatan dalam melayani masyarakat selama pandemi virus corona, termasuk meminta petugas untuk melayani juga masyarakat dari kabupaten tetangga,” katanya.

Bupati menilai, video yang sudah dipotong membuat makna sesungguhnya menjadi hilang, sehingga sengaja diunggah orang tidak dikenal di youtube untuk membenturkan empat bupati di Lapago.

“Hubungan empat bupati Lapago tidak ada masalah, video yang diunggap orang tidak dikenal hanya mengadu domba kami para bupati Lapago. Potongan video yang dipotong itu, sengaja diunggah untuk tujuan tertentu,”katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan orang yang mengunggah potongan video kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Mari kita bijak dalam bermedia sosial, agar apa yang diunggah tidak menimbulkan masalah yang bisa berujung pada ranah hukum,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *