Ditolak Mahasiswa Papua Saat Kunjungi Asrama di Surabaya, Gubernur : Saya Kecewa Dengan Sikap Mereka

Ditolak Mahasiwa Saat Berkunjung di Surabaya, Begini Sikap Gubernur Papua

JAYAPURA (KT) – Rombongan Gubernur Papua, Lukas Enembe mendapat penolakan dari mahasiswa Papua saat hendak berkunjung di asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Selasa (27/8/2019) sekitar pukul 17.30 WIB.

Situasi penolakan terhadap kehadiran Gubernur Enembe yang datang bersama Gubernur Jawa Timur, MRP, DPRP tersebut sempat memanas, lantaran enggan membuka pintu gerbang asrama. Mirisnya, sempat terjadi lemparan pasir/tanah dari dalam asrama terhadap rombongan Gubernur Papua yang berada di pintu masuk gerbang asrama.

Terhadap penolakan itu, Gubernur Papua mengaku kecewa dan menyayangkan sikap mahasiswa Papua. Meski demikian, Gubernur mengaku akan melakukan negosiasi ulang dengan mengagendakan ulang pertemuan dengan para mahasiswa asal Papua tersebut.

“Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk kami ke sana, sehingga perlu untuk diagendakan lagi. Kita juga terlalu cepat kita datang. Saya akan agendakan kembali untuk tim saya datang ke sana (asrama mahasiwa Papua Surabaya, red),” kata Gubernur kepada wartawan di Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa malam.

Terkait itu, saat ditanya jumlah penghuni mahasiswa di asrama mahasiswa Papua Surabaya, Gubernur mengaku tidak memiliki data yang pasti. Bahkan Gubernur tidak bisa memastikan apakah semua penghuni asrama tersebut berstatus mahasiswa atau tidak

“Sekiranya terdapat 60 orang yang berada di dalam asrama itu,” katanya.
Ditempat berberda, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda juga menyayangkan sikap mahasiwa yang secara tegas menolak kehadiran pemerintah. Meski demikian kata Yunus, itu merupakan hak para mahasiswa. “ Kami sebagai perwakilan pemerintah sudah berusaha, itu hak mereka untuk menerima atau tidak, intinya hari ini mereka menolak kami, Gubernur pimpinan DPRP dan Anggota, Pimpinan DPRD Papua Barat, MRP. Itu hak mereka, dan sebagai orang tua kami sudah datang, tapi di tolak, jadi kami tidak bisa memaksa,” kata Yunus Wonda. (TA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *