Pagi 8 Jenazah Korban Heli M17 Berangkatkan ke Semarang dan Surabaya

Pagi 8 Jenazah Korban Heli M17 Berangkatkan ke Semarang dan Surabaya

JAYAPURA (KT) – 8 dari 12 jenazah korban jatuhnya Heli MI17 yang jatuh di Pegunungan Mandala Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (17/2/2020) diterbangkan ke Semarang dan Surabaya untuk di makamkan di kampung halamannya masing-masing

Ke-8 jenazah tersebut masing-masing, Kapten CPN Aris Afik (30), Kapten Bambang Saputra (45), Lettu Ahwar Affandi (35), Serta Suriatna Wijaya Kusuma (32), Praka Dwi Purnomo (30), Prada Tegar Hadi (23), dan Sertu Dita Ilham (24).

Jenazah di lepas secara resmi oleh Pangkoga Wilhan III di Lanut Ops Silas Papare. “ Pemberangkatan Jenazah dibagi dalam dua kali keberangkatan, untuk Senin ke wilayah Semarang dan Surabaya, dilanjutnya hari berikutnya untuk wilayah Sorong, Buton, Manado dan Kupang,” kata Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi saat press converance hasil identifikasi 12 korban heli MI-17 di RS Bhayangkaya, semalam.

Lanjut Wakapendam, untuk keberangkatan para jenazah sendiri, TNI telah menyiapkan tempat untuk keuarga.

Sementara dari hasil Identivikasi para korban, Ketua TIM DVI Polda Papua yang juga menjabat sebagai Kabiddokkes Kombes Pol drg Agustinus mengatakan hasil identifikasi dari 12 jenazah prajurit, satu diantaranya menggunakan cara eksklusi.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan post morthem dan penelusuran ante morthem, dapat di simpulkan untuk 11 jenazah terdapat kecocokan dari data primer gigi serta property yang digunakan berupa pakaian dinas pernerbad yang bertuliskan nama korban.

Ia menyebut satu diantaranya dilakukan dengan cara ekslusi dimana dari 12 korban sudah diketahui identitasnya, sehingga 1 korban lainnya penetapan identitas di lakukan sesuai dengan nama korban. “ jadi kita sudah mengetahui nama-nama korban, dimana hasil identifikasi dari 12 korban telah diketahui 11 identitas, sehingga kita meyakini bahwa 1 korban lainnya adalah yang bersangkutan yang tidak memiliki data sebagaimana 11 orang yang sudah teridentifikasi,” katanya.

Agustinus yang didampingi Kakesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm dr Djanuar Fitriadi, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dan Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Ind Dax mengatakan hasil identifikasi dalam bentuk berkas segera diserahkan kepada keluarga korban.

“Hasil dari indentifikasi ini segera kami serahkan kepada yang berhak, atau namanya sertifikat kematian,” kata Agustinus.

Sementara itu, Djanuar Fitriadi mengatakan proses identifikasi ini bisa berlangsung cepat karena jauh hari sebelumnya pihak Kodam XVII/Cenderawasih telah mengumpulkan data-data ke-12 prajurit itu.

“Proses identifikasi ini tidak berjalan hanya malam kemarin, tapi sejak evakuasi dari Oksibil menuju Jayapura telah dilakukan bersama-sama tim lain, termasuk dari RSUD Jayapura, RSUD Abepura, Kesehatan AL dan AU serta pengumpulan data-data dari keluarga sejak pekan lalu,” katanya. (TA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *