Wamena (KT) – Manajemen Trigana akan selalu siap mengantisipasi dan tetap melayani penerbangan khusus penumpang tujuan Jayapura ke Wamena, walaupun akan terjadi lonjakan setelah ditutup selama 14 hari.
Pimpinan Trigana Wamena, Michael Biduri saat ditemui di Wamena, Senin (10/8/2020) menjelaskan, pada prinsipnya Trigana selalu siap.
Namun yang perlu diingat oleh masyarakat ialah terkati kesiapan Trigana dengan jadwal yang ditentukan oleh pemerintah pada hari Senin, Kamis dan Jumat.
Menurutnya, dari kapasitas tetap duduk dan juga Flight yang disiapkan masih kurang, dalam arti jumlah penumpang yang ingin balik ke Wamena lebih banyak, sehingga tidak sebanding dengan kapasitas tempat duduk dan Flight yang disiapkan oleh Trigana.

Sehingga dirinya berhararap, adanya kebijakan pemerintah daerah dengan melihat animo masyarakat yang sangat tinggi, sehingga Aviasi dapat mengajukan permohonan penambahan Flight.
“Nanti kita lihat, kalau situasi memungkinkan kita akan mengajukan surat untuk penambahan Frekuensi,” kata Michael.
Kata Michael, untuk Trigana sendiri mendapatkan jatah penerbangan sebanyak 5 Fligt yang terbagi untuk hari senin 2 Flight, hari Kamis 1 Flight dan untuk hari jumat 2 Flight.
Diakui, hal ini akan menjadi perhatian Trigana, sehingga Trigana berharap agar pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan resmi untuk menambah Flight tanpa surat resmi.
Untuk hal ini, Trigana sangat memaklumi pertimbangan Pemerintah terkait penambahan Fligt, karena saat ini tenaga medis yang disiapkan serta alat untuk mendeteksi Covid-19 sangat terbatas yang dapatnya membuat kewalahan.
“Takutnya nanti masyarakat menilai pemerintah dan Aviasi ada kerjasama, dengan kata lain lebih mementingkan komersial Aviasi dari pada kesehatan masyarakat, jadi memang Dilema,” ungkap Michael.
Trigana mengakui dan memberikan apresiasi kepada pemerintah Jayawijaya, karena telah menempatkan tenaga Medis di sentani untuk memantau setiap pergerakan penumpang yang ingin masuk ke Wamena.
Michael juga mengakui, penerbangan untuk melayani Timika dan Yahukimo untuk saat ini belum dapat dilayani, karena pemerintah daerah belum memberikan ijin.
“Kita tidak bisa memaksa, kita tetap menghargai apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah,” ungkap Michael.
Untuk penumpang dari Yahukimo dan Timika jika ingin ke Wamena, semua harus melalui Jayapura, sehingga dapat dipastikan akan terjadi penumpukan penumpang di sentani, namun hal tersebut akan menjadi perhatian pemerintah dan dapat dicarikan solusi yang tepat.
Kata Michael, Trigana sudah menjalankan Protokol Covid-19 selama melayani penerbangan, dimana didalam pesawat sudah disiapkan cairan pencuci tangan, dan untuk pesawatnya selalu disemprot.
“Kita juga tidak akan terbang kalau tahu penumpang yang akan naik tidak steril, karena ini menyangkut kesehatan cru,” kata Michael.(NP)












