Wamena (KT) – Warga masyarakat Distrik Wita Waya tepatnya Kampung Koroma membangun Jembatan penghubung Kampung Tulem dan Kampung Koroma secara Swadaya tanpa bantuan dana Desa.
Pembangunan Jembatan Swadaya itu dilakukan oleh masyarakat yang berasal dari Jemaat Gereja Santo Paulus Eragama Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya.
Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Santo Paulus Eragama, Hans Hisage menjelaskan, selama ini dirinya telah meminta kepada Kepala Kampung untuk dapat memperbaiki jembatan, namun tidak pernah ditanggapi.

Sehingga masyarakat dan jemaat mengambil sikap untuk turun melakukan pembangunan jembatan secara swadaya.
Sehingga dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk dapat memperhatikan dan dapat melakukan pembangunan Jembatan Permanen pada tahun 2021 mendatang.
Sementara itu, Kepala Distrik Witawaya, Luth Kosay mengakui, pengerjaan Jembatan dilakukan Swadaya oleh masyarakat setempat, guna kepentingan pembangunan Gedung Gereja.
Jembatan Swadaya yang dibangun masyarakat menghubungkan Distrik Witawaya dengan Kampung Koroma.
Diakui, jembatan penghubung yang saat ini dibangun oleh masyarakat, selama dua tahun tidak pernah diperbaiki, karena kekurangan dana.
Menurutnya, selama ini belum ada bantuan dari Kepala Kampung yang ada di Distrik Witawaya, sehingga dirinya berharap setiap Kepala Kampung dapat membantu masyarakat.
Bupati Kabupaten Jayawijaya, bersama Dandim 1702 Jayawijaya dan Kapolres Jayawijaya ikut serta memantau langsung pembangunan Jembatan Swadaya masyarakat.
Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si memberikan bantuan dana sebesar 40 juta kepada masyarakat yang membangun jembatan tersebut.(NP)












