Ketua Dekranasda Provinsi Lantik Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua, Nyonya Yulce W Enembe Saat Melantik Ketua Dekranasda Tingkat Kabupaten Jayawijaya

Wamena (KT) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua, Nyonya Yulce W Enembe melantik Nyonya Yustina Banua sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya.

Selanjutnya, Ketua Dekaranasda Kabupaten Jayawijaya, Nyonya Yustina Yenni Banua melantik pengurus Dekranasda Kabupaten Jayawijaya.

Pelantikan Ketua dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, dilaksankan Senin (31/8/2020) di Gedung Aula Hotel Balim Pilamo Wamena Kabupaten Jayawijaya, yang dihadiri langsung Bupati dan Wakil Kabupaten Jayawijaya serta Forkopimda Kabupaten Jayawijaya dan perwakilan Pengrajin kerajinan tangan yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Dekranasda Provinsi Lantik Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua, Nyonya Yulce W Enembe menyebutkan, keberadaan Dekranasda sangat berpotensi besar untuk mengembangkan potensi-potensi lokal yang ada di Wilayah Papua khususnya di Jayawijaya.

Selain itu, kehadiran Dekranasda di Papua bertujuan untuk mengangkat bahan-bahan dan potensi lokal yang ada di Papua, untuk dijadikan karya seni yang bernilai tinggi.

Menurutnya, Dekaranasda yang sudah berjalan di Wilayah Papua, tentunya untuk memberikan peluang kepada pengrajin lokal yang ada di Papua untuk bersaing dalam bidang usaha untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Selain itu, dalam wadah Dekranasda, banyak hal yang dapat dikembangkan selain keterampilan, diantaranya pengembangan industri lainnya, seperti pengembangkan Kopi, Pengembangan Potensi BUah merah dan Madu.

Kata Yulce, secara Teknis, Dekranasda akan tetap didukung oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah masing-masing Kabupaten Jayawijaya ada di daerah yang nantinya akan dibina melalui Dinas terkati dalam hal ini Dinas Perindagkop.

Diakuinya, melalui Dekranasda, kemampuan para pengrajin akan di asa untuk dapat berbuat dan berkreatif lebih baik lagi, dengan memanfaatkan potensi-potensi lokal yang ada di daerah masing-masing.

Apalagi, Kata Yulce, pada tahun 2021 mendatang, akan dilaksankan Pekan Olah Raga Nasional (PON) sehingga sangat dibutuhkan kemampuan para pengrajin lokal untuk berbuat yang terbaik dalam mempersiapkan produk hasil kerja mereka, yang nantinya dapat dijadikan cinderamata bagi peserta PON 2021.

“Supaya para peserta yang hadir dalam PON itu bisa membawa oleh-oleh yang dibuat oleh orang asli Papua, apalagi tamu-tamu yang datang itu biasa lihat hasil bumi yang ada di daerah itu,” kata Yulce.

Menurut Ketua Dekranasda Provinsi Papua, Potensi yang pantas dan layak dikembangkan untuk dijadikan Cinderamata pada PON 2021 sangat banyak, diantaranya Noken, Gelang, Madu, dan masih banyak yang layak dikembangkan.

Ketua Dekranasda Provinsi Papua menjelaskan, Provinsi tetap memberikan dukungan dengan menawarkan Program ang harus dilakukan, namun tentunya harus juga di dukung oleh pemerintah daerah di Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Nyonya Yustina Banua, menyebutkan, keberadaan Dekranasda sudah lama di Papua, dan khusus untuk Kabupaten Jayawijaya sudah ada sejak tanggal 18 Desember 2018 silam.

Namun untuk berjalannya program kerja yang nyata, maka diperlukan adanya pengukuhan badan Pengurus yang jelas, sehingga pelantikan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya baru dapat dikukuhkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua, Nyonya Yulce W Enembe pada Senin (31/8/2020).

Ny. Yustina menjelaskan, setelah dilantik sebagai Ketua Dekranasda Jayawijaya, langkah-langkah awal yang akan dilakukan ialah mengembangkan barang-barang kerajinan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu, Home Industri akan menjadi perhatian juga dari Dekranasda Kabupaten Jayawijaya untuk terus dikembangkan.

Menurut Ny. Yustina, Kabupaten Jayawijaya memiliki kekayaan dan berbagai macam kerajinan tangan yang perlu dikembangkan, sehingga Dekranasda Jayawijaya belum dapat menargetkan langsung berapa banyak yang harus dijadikan Perioritas.

Tetapi dengan potensi lokal dan upaya kerajinan dari masyarakat di 40 Distrik yang ada di Jayawijaya, Dekranasda Jayawijaya tentunya akan melihat setiap upaya kerjainan masyarakat dengan terus memberikan pendampingan dan pendampingan.

Tujuannya agar, apa yang menjadi usaha masyarakat Jayawijaya dapat dijadikan tambahan pengahasilan dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Ny. Yustina memastikan, setiap kerajinan masyarakat akan ditampung oleh Dekranasda Kabupaten Jayawijaya dan selanjutnya akan di bawah ke tingkat Dekranasda Provinsi dan dilanjutkan ke tingkat Pusat.

“Tadi Bapak Bupati sudah sampaikan akan membuat Galeri, namun jauh sebelumnya saya sudah membentuk sanggar untuk membuat pelatihan-pelatihan dalam banyak hal,” kata Ny. Yustina.

Kata Ny. Yustina, potensi kerajinan tangan yang akan menjadi perhatian Dekranasda Kabupaten Jayawijaya ialah pengembangan Noken, karena Noken sudah sangat terkenal hingga tingkat Internasional.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *