JAYAPURA (KT) – Jajaran Polres Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar doa hari ketiga atas meninggalnya Brigadir Anumerta Selfanus Mario Sanoi oleh sekelompok orang tak dikenal di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Doa yang dipimpin Pendeta Sonya tersebut, berlangsung di salah satu restoran yang berlokasi di bilangan Abepura, Selasa (01/06/2021) siang.
Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, SIK, MKP menyebut doa bersama dilakukan sejak hari pertama hingga hari ke tiga dan dilanjutkan pada hari ke-40, di Pegunungan Bintang dan di Jayapura.
“Kami keluarga besar Polres Pegunungan Bintang menggelar doa bersama sebagai penguatan bagi kami jajaran Kepolisian untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian almarhum,” kata Kapolres Cahyo.
“Kami masih ada dan tetap berjuang melayani masyakat di Polres Pegunungan Bintang dengan jumlah 147 personil di 34 distrik dengan luas wilayah 15683 KM2 dan 171 KM di perbatasan negara.
Terkait dengan tindak lanjut proses hukum terhadap para pelaku penembakan Almarhum Mario, Kapolres Cahyo Sukarnito menyebut saat ini pihaknya masih melakukan investigasi dan pendalaman kasus di TKP.
Ia menjelaskan, beberapa personel Anggota dari Polda Papua dibantu Personil Polres Pegunungan Bintang yang tergabung dalam tim investigasi telah berada di Oksamol.
“Tim ini berjumlah 9 orang, saat ini sudah berada di Oksamol. Tim akan bekerja melakukan pendalaman kasus termasuk komunikasi dengan parah pihak adat,” katanya usai pelaksanaan doa bersama kepada Almarhum Mario Sanoi di bilangan Abepura, Selasa (01/06/2021).
Kapolres tidak menampik kendala yang dihadapi Polisi dalam proses investigasi kematian Almarhum Mario. Kendala itu,
Kata Kapolres Cahyo, terkait dengan jarak serta letak geografis Distrik Oksamol yang berada di wilayah berbatasan dengan negara tetangga PNG.
“Jadi memang kendala kita lebih kepada komunikasi, Distrik Oksamol ini berada dekat dengan perbatasan negara PNG, untuk ke lokasi hanya dapat dijangkau dengan udara untuk akses tercepat, sementara tidak ada akses darat, jikapun ada hanya jalan setapak dengan durasi perjalanan sekitar 1 minggu, kecuali jalur darat,” jelasnya.
Menyinggung klaim kelompok tertentu terkait pelaku penembakan Almarhum Mario, Kapolres Cahyo membenarkan hal tersebut. Namun, katanya klaim itu tidak dapat dijadikan dasar bagi Kepolisian apalagi disampaikan lewat media sosial.
“’Memang ada yang mengklaim lewat media sosial. Tapi kan
tidak segampang itu mempercayai, kita harus profesional untuk mengindentifikasi pelaku,” katanya memastikan pihaknya akan membuka identitas pelaku setelah ada hasil dari tim investigasi.
Menyinggung tentang keberadaan kelompok teroris KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kapolres Cahyo menjelaskan sejauh ini tidak pernah ada kasus seperti yang dialami almarhum Mario.
“Ini kejadian pertama, ini sangat mengejutkan. Seperti Almarhum ini kan sudah 3 tahun berdinas di Oksamol dan almarhum ini sudah menyatu bahkan dekat dengan masyarakat disana,” jelas Mantan Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Papua ini. (TA)












