Wamena (KT) – Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum meminta kepada OPD terkait untuk mengembangkan pembibitan Ikan Nila Balim di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum menjelaskan, keberadaan Ikan Nila Balim sudah ada sejak tahun 2012 Silam, yang pada saat itu dilepas di Kali Balim.

Untuk Pengembangan bibit Ikan Nila Balim, Wakil Bupati Jayawijaya menyebutkan, hanya dilakukan di kelompok tani yang ada di Jumugima Distrik Musatfak Kabupaten Jayawijaya.
Sehingga, kepada OPD terkati yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dapat mengembangkan lebih banyak lagi bibit Ikan Nila Balim di setiap kelompok perikanan yang dibina.
Selain ikan Nila Balim, Wakil Bupati meminta agar OPD terkait dapat mengembangkan pembibitan Ikan Air Tawar lainnya, sehingga kebutuhan dan permintaan bibit Ikan Air Tawar lokal di Kabupaten Jayawijaya dapat terpenuhi.
Tujuannya agar, bibit ikan yang sudah dihasilkan, dapat dimanfaatkan oleh setiap kelompok tani perikanan, bahkan bisa dijual ke Kabupaten Pemekaran.
Wakil Bupati Jayawijaya beraharap, semua kelompok tani perikanan ikan Air tawar yang ada di Kabupaten Jayawijaya dapat memanfaatkan dan menggunakan Bibit Lokal.
Karena jika ada bibit ikan yang didatangkan dari luar Jayawijaya, tentunya akan membutuhkan waktu dan penyesuaian dengan Iklim di Jayawijaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jayawijaya, Lambert Hesegem menjelaskan, apa yang disampaikan Pemerintah Jayawijaya dalam hal ini Wakil Bupati, sudah dilakukan oleh OPD terkait.
Dinas terkait telah mengembangkan pembibitan Ikan Air Tawar lokal di 10 Lokasi kelompok perikanan yang tersebar di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Namun yang selama ini mejadi kendala ialah, masih ada pihak ketiga yang membuat kontrak pemesanan bibit ikan dari luar Kabupaten Jayawijaya.
Padahal dinas perikanan Kabupaten Jayawijaya tidak pernah memesan bibit ikan dari Luar Kabupaten Jayawijaya.
“Kadang pihak ketiga yang tidak tahu dan tidak kerjasama dengan masyarakat kelompok perikanan binaan di Jayawijaya,” ungkap Lambert.(NP)












