Wamena (KT) – Tokoh masyarakat Jayawijaya, Ronny Elopere menduga, Pelaku Penembak mati salah seorang warga masyarakat di Jayawijaya atas nama Surya Hiluka, dilakukan oleh oknum Anggota Brimob yang bertugas di Wamena.
Berdasarkan keterangan saksi dan juga pengakuan keluarga, Ronny menyebutkan, Kejadian penembakan yang telah menghilangkan nyawa Surya Hiluka terjadi pada Tanggal (12/10/2021) di Jalan Patimura Wamena Kabupaten Jayawijaya.
Dimana, sebelum kejadian, sedang digelar acara syukuran kelulusan di salah satu rumah warga masyarakat yang ada di Jalan Patimura Wamena Jayawijaya.
Karena sudah terlalu larut malam, acara tersebut dihentikan, sehingga terjadi keributan adu mulut diantara peserta acara.
Kemudian, munculah oknum Brimob yang kebetulan lewat di Jalan Patimura Wamena, dan sempat melerai pertengkaran tersebut, tetapi tidak diindahkan dan sempat tidak diterima oleh peserta acara.
“Karena tidak merasa diterima oleh Oknum Brimob ini, dia telepon ke temannya dan katakan saya dikeroyok dan diancam dan dilempari,” sebut Ronny Elopere, Sabtu (16/10/2021) melalui pesan rekaman di WhatsApp, yang dikirim kepada media ini.
Kemudian, Oknum Anggota Brimob menggunakan dua motor datang ke tempat kejadian, dan mengeluarkan tembakan ke atas sebanyak 3 kali, selanjutnya mengarahkan tembakan ke arah bawah yang ada warga masyarakat yang berdiri disekitar tempat acara.
Penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob ditempat acara, diduga telah menghilangkan satu nyawa manusia dan membuat dua orang mengalami luka-luka.
“Ada Saksi seorang anak kecil yang sempat minta bantuan kepada Polisi yang saat itu datang, namun Polisi malah memukul anak itu hingga kepalanya luka,” kata Ronny Elopere.
Sementara itu, dalam proses penyelesaian masalah di Polres Jayawijaya, Jumat (15/10/2021), hadir Kapolres Jayawijaya, Theo Hesegem, Ronny Elopere, dan beberapa tokoh masyarakat, Kasat Intel dan Kasat Reskrim Polres Jayawijaya.
Ronny menyebutkan, dalam pertemuan itu, saksi dihadirkan dan juga pelaku penembak Surya Hiluka.
“Dari keterangan Saksi yang hadir itu, benar oknum Brimob datang-datang keluarkan tembakan keatas 3 kali dan lebih banyak mengarahkan ke orang, sehingga kena orang dan menghilangkan nyawa orang, padahal tidak ada pelemparan dan penyerangan,” kata Ronny Elopere, mengulang keterangan saksi dan masyarakat.
Selanjutkan, dari keterangan Oknum Pelaku, Oknum Anggota Brimob memberikan keterangan bahwa, mereka diserang dan dilempari, tetapi secara fakta kejadian dilapangan, tidak seperti yang disampaikan oleh oknum anggota Brimob.
Terkait ini, Ronny Elopere sangat menyayangkan tindakan Oknum Brimob yang telah mengeluarkan tembakan sembarangan dan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Seakan-akan ada perang, kalau mau lawan itu ketengah hutan, karena di Wamena ini kami aman, dan karena terjadi masyarakat takut keluar rumah,” kata Ronny.
Ronny menilai, kehadiran anggota Brimob di Wamena tidak melindungi masyarakat Jayawijaya, namun sebaliknya yang telah menghilangkan nyawa warga tidak berdosa.
Atas kejadian itu, Ronny meminta kepada Pemerintah dan DPRD Jayawijaya untuk bertanggungjawab atas kejadian penembakan yang dilakukan oknum anggota Brimob dan telah menghilangkan nyawa manusia.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya, AKBP Muh. Safei A.B menyebutkan, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi.
Kapolres Jayawijaya berharap, pihak keluarga membantu kepolisian untuk mencari pihak-pihak mana yang melajukan penyerangan terhadap dua Oknum Anggota Brimob.
“Untuk prosea hukum tetap berjalan, karena dalam pertemuan itu telah terungkap keterangan dari beberapa saksi, sehingga tinggal di lengkapi,” kata Kapolres Jayawijaya.
Kapolres mengakui, dari keterangan dilapangan, memang ada tembakan keatas dan dilanjutkan tembakan mendatar, dimana dari lokasi kejadian Polisi berhasil mengamankan 9 selongsong peluru.(NP)












