Patut Bangga, Hanya Smansa Wamena Yang Laksanakan Proses Pembelajaran Sistim Daring dan Luring

Nampak Siswa dan Siswi Smansa Wamena Saat Mengikuti Upacara Bendera di Halaman Sekolah Smansa Wamena

Wamena (KT) – Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya patut berbangga dan berbesar hati, karena hanya Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Smansa) Wamena yang melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan metode interaktif Onlien (Daring) dan metode tatap muka (Luring).

“Ternyata Daring dan Luring ini bisa berjalan bersamaan, ini yang luar biasa bagi saya dan mungkin tidak dimiliki oleh tempat lain,” ungkap Kepala Sekolah Smansa Wamena, Yosep Wibisono, Selasa (9/11/2021) di halaman Sekolah Smansa Wamena.

Menurut Kepsek Smansa, apa yang dilakukan merupakan satu prestasi besar yang didapatkan oleh Smansa Wamena, karena setiap guru Smansa sudah berkreasi dan berinovasi, sehingga anak-anak didik bisa mendapatkan pembelajaran tanpa terputus.

Hal ini dilakukan oleh tenaga guru dan siswa di masa Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, apalagi untuk wilayah Kabupaten Jayawijaya dan Lapago pada umumnya masih dibenturkan dengan masalah jaringan Internet yang tidak cukup bagus.
Sehingga, pembelajaran Daring dan Luring yang dijalankan Smansa Wamena secara bersamaan ini, merupakan prestasi yang luar biasa dan sudah dilakukan Smansa Wamena.

“Artinya begini, keterbatasan Internet bukan menjadi alasan untuk kami dalam melaksanakan proses pembelajaran,” ungkap Kepsek Smansa Wamena.

Selama ini, Kata Kepsek Smansa Wamena, tenaga guru hadir didalam ruang kelas dengan melakukan pembelajaran Luring dan bersamaan juga melakukan pembelajaran During bagi anak-anak yang mengikuti.

Semua ini dilakukan tanpa bantuan apapun apalagi menggunakan WIFI, karena yang dilakukan tenaga guru ialah menggunakan jaringan Mandiri yang dimiliki tenaga guru.

“Tenaga guru lakukan itu tanpa mengeluh, sehingga kita dapat mengakhiri semester ini dengan baik,” kata Yosep.

Untuk semester berikutnya, Kepsek Smansa Wamena menyebutkan, akan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka, dengan membagi jumlah anak didik pada dua kelompok, dan masing-masing kelompok akan mengikuti pembelajaran selama tiga Shift.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *