Wamena (KT) – Keterlambatan penerbangan pesawat Kargo yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Jayapura ke Wamena, tidak membuat kelangkaan BBM di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya.
Pengawas APMS Lasminingsih, Yono menyebutkan, tdak terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jayawijaya, walapun sempat terjadi keterlambatan angkutan BBM dari Jayapura ke Wamena dengan pesawat Kargo Trigana.
“Jenis Pertalite memang dalam minggu ini agak terlambat karena penerbangan, namun saya sudah konfirmasi ke Bapak Michael, namun pihak trigana sudah menindaklanjuti, tetapi saat ini Trigana sedang angkuta BBM jenis Solar miliknya PLN,” kata Yono.
Mas Yono menyebutkan, untuk masalah penebusan sudah ditebus langsung ke Pertamina Jayapura, dan saat ini ada di Gudang Sentani, sehingga tinggal menunggu pengangkutan ke Wamena.
Kata Yono, keterlambatan angkutan BBM ke Wamena sudah terjadi sejak peralihan dan pemberlakukan BBM Premium ke Pertalite, sehingga terjadi antrian yang cukup panjang.
Kepala Trigana Wamena, Michael Biduri membenarkan adanya keterlambatan penerbangan Pesawat Kargo Trigana yang mengangkut BBM dari Jayapura ke Wamena.
Keterlambatan ini dikarenakan beberapa faktor penyebab, salah satunya adalah faktor Cuaca yang sudah beberapa hari tidak mendukudung untuk dilakukan penerbangan.
“Keterlambatan ini tidak berhari-hari, karena bersifak kondisional, sehingga kalau cuaca baik, pasti kembali normal,” kata Michael.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubunga (Dishub) Kabupaten Jayawijaya, melalui kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dishub Kabupaten Jayawijaya, Drs. Basmi menjelaskan, dalam rangka menghadapi natal dan tahun baru (Nataru), sudah menjadi keharusan bagi Dishub untuk turun ke lapangan.
Salah satunya untuk memastikan dan mengendalikan serta mengatur alur lalu lintas yang terjadi pada saat terjadinya antrian BBM di Beberapa APMS yang ada dalam kota Wamena.
Menurutnya, antrian BBM tidak hanya terjadi di APMS lasminingsih saja, melainkan terjadi juga di APMS Anwarudin yang ada di Kama, sehingga tidak mungkin jika diberlakukannya pemutusan dan peralihan antrian kendaraan ke APMS yang lain.
“Ini antrian panjang juga, saya tidak tahu untuk APMS yang lain, karena dua APMS sudah antrian panjang, apalagi kemarin pesawat terlambat bawa BBM, sehingga sangat panjang antrian,” kata Drs. Basni.(NP)













Untuk harga BBM subsidi Pemda Jayawijaya tdk peduli terhadap naikx melayang sampe 22.000/23.000. Pada Hal harga Awalx Rp.13.000,14.000,15.000 ribu