YAHUKIMO (KT) – Bulan kelahiran Yesus Kristus di penghujung Tahun 2021 menjadi moment Suka Cita Damai Natal di Kabupaten Yahukimo. Hal ini menyusul perdamaian atau rekonsiliasi Suku Yali dan Suku Kimyal atas tragedi 3 Oktober 2021 lalu.
“Saya bersyukur dan memuji Tuhan sebab kemarin acara perdamaian atau rekonsiliasi sudah berjalan dengan baik yang difasilitasi oleh gereja GIDI. Pemerintah bersama pihak Gereja telah melakukan acara ini dengan baik, sehingga kami sampaikan apresiasi kepada kedua belah pihak Suku Kimyal yang secara terbuka telah menyampaikan maaf dan Suku Yali dengan hati terbuka dan ikhlas menerima permintaan maaf, ” kata Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, Rabu (15/12/2021).
Bupati mengatakan, pemerintah tidak serta-merta menjustifikasi salah satu suku atas Tragedi Oktober kelam, sebab masih ada juga beberapa suku lainnya yang belum tersentuh. Namun yang pasti, oknum-oknum yang terlibat, baik yang merancang, menyuruh dan melakukan tindakan itu, telah menjalani proses hukum.
“Saya berharap kita semua dapat hidup damai, masyarkat dapat beraktifitas dengan leluasa, beribadah dengan damai tanpa tekanan atau intimidasi dari pihak manapun,” kata Bupati.
Sebelumnya, Selasa (14/12/2021) GIDI wilayah Yahukimo menfasilitasi rekonsiliasi atau perdamaian warga Suku Yali dan Suku Kimyal atas tragedi penyerangan 3 Oktober lalu.

Kegiatan rekonsiliasi tersebut dibuka dengan penyampaian maaf dan pengampunan terbuka dari warga suku Kimyal yang diwakili Kepala Suku Kimyal Nopius Yalak. Permintaan maaf tersebut disampaikan kepada pihak keluarga yang menjadi korban tragedi 3 Oktober dan masyarakat Suku Yali secara umum.
Sementara pihak keluarga Korban yang diwakili Pendeta Victor Kobak menerima secara tulis permintaan maaf dan telah memberikan pengampunan kepada para pelaku.
Selanjutnya, perdamaian kedua belah pihak ini dilakukan secara tertulis diatas kertas bermaterai dengan disaksikan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli selaku pemerintah, pihak keamanan dan perwakilan GIDI dari 7 wilayah adat.
Usai penandatanganan perjanjian perdamaian, Bupati Didimus mengajak kedua belah pihak untuk melupakan tragedi 3 Oktober dan mengajak kedua suku serta seluruh masyarakat Yahukimo untuk merayakan natal dengan suka cita sebagaimana thema Natal Nasional 2021 ‘Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan
“Yahukimo adalah rumah besar kita, mari kita lupakan tragedi itu. Kita sama-sama dilahirkan dari rahim GIDI, sehingga mari kita bersama membangun rumah kita ini, kita melayani bersama, makan bersama di tahah yang diberkati Tuhan,” kata Didimus. **












