Umat Katolik di Jayawijaya Diminta Pelihara dan Jaga Rasa Persaudaraan

Ketua Pembangunan Gedung Baru Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena Saat Menghadiri Kegiatan Lukatok (Kumpul/Sumbang Dana)

Wamena (KT) – Pastor Paroki Kristus Jaya Wamena, Bartolomeus Dowen Oyan berharap kepada seluruh Umat Katolik yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan Wilayah Pegunungan Tengah untuk tetap memelihara dan menjaga rasa persaudaan.

Saat ditemui usai Ibadah Lepas Sambut Tahun Baru, Pastor Paroki Kristus Jaya Wamena, Bartolomeus Dowen Oyan menyebutkan, sebagai Pastor Paroki, pesan yang ingin disampaikan ialah sungguh mengesankan dan juga terharu, karena rasa persaudaan yang tinggi diantara sesama umat Katolik.

“Apa yang menjadi harapan Gereja telah tercapai, terutama dalam persekutuan yang terjalin diantara seluruh umat Katolik yang ada di Wilayah Paroki Kristus Jaya Wamena,” kata Pastor Bartolomeus.

Menurut Pastor Paroki, antusis dan peran serta umat sangat terasa, baik itu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan perayaan Ibadah Natal sampai pada ibadah lepas sambut Tahun Baru.

Dirinya berpesan, semua Umat Katolik dapat menjaga dan memelihara tali persaudaraan, sehingga mimpi dan harapan kita dapat terwujud di Taun 2022.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Baru Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, Marthin Yogobi, SH.M.Hum menyampaikan terimakasih kepada Umat Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, yang ada di lingkungan Wilayah dan Kombas-Kombas.

Menurutnya, sejak panitia pembagunan dibentuk, antusias dan partisipasi Umat Katolik terus nampak dalam mendukung Panitia pembangunan Gedung Gereja baru.

Dirinya berharap, pada tahun 2022 mendatang, umat Katolik tetap semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga kerinduan untuk menyelesaikan pembangunan Gedung Gereja Katolik yang baru dapat terwujud sesuai dengan target yang diinginkan bersama.

Ditempat yang sama, Ketua DPP Paroki Kristus Jaya, yang diwakili Wakil Ketua DPP, Viktor Malissa menyampaikan terimakasih atas partisipasi keterlibatan umat selama Bulan Desember hingga sampai kepada persiapan lepas sambut Tahun Baru.

Menurutnya, semua persiapan pelaksanaan Natal hingga Tahun Baru tidak terlepas dari keterlibatan dan partisipasi umat yang ada di tingkat Paroki hingga tingakat Paling bawah.

Terlihat, dalam perayaan natal, antusias umat sangat tinggi untuk datang ke Gereja guna mengikuti ibadah perayaan Natal bersama keluarga terdekat.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *