Pemerintah Jayawijaya Wacanakan Penerapan PCR Bagi Penumpang Pesawat Yang Masuk Wamena

Pemeriksaan Covid-19 Bagi Setiap Penumpang di Bandar Udara Wamena Pada Tahun Kemarin

Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mewacanakan akan menerapkan kembali penggunaan pemeriksaan PCR bagi masyarakat khususnya penumpang dari Jayapura yang akan masuk ke Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Hal tersebut segera dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, melihat kenaikan jumlah angka Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya yang mencapai 86 orang per tanggal 14 Februari 2022.

Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Ricahrd Banua, SE.M.Si, yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan, untuk menerapkan aturan Swab PCR bagi penumpang masuk Wamena,

Pemerintah akan melakukan pertemuan bersama Forkopimda Jayawijaya, guna membahas angka Covid-19 yang cukup meningkat di Kabupaten Jayawijaya dan menetapkan bersama pemeriksaan Swab PCR bagi penumpang yang ingin masuk ke Wamena Kabupaten Jayawijaya.

“Kita lihat kita sudah 86, ini kontak cukup banyak dan akibat orang yang positif naik ke Wamena namun sudah lebih dari 5 hari tidak akan terdetekti, jadi kemungkinan besar kami akan kembalikan pemeriksaan Swab PCR,” kata Bupati Jayawijaya.

Menurut Bupati Jayawijaya, Penyebab kenaikan jumlah Kasus Covid-19 Kabupaten Jayawijaya dikarenakan, warga yang dari luar daerah Wamena saat masuk ke Wamena dari Jayapura hanya menggunakan Swab Antigen, bukan Swab PCR, padahal warga tersebut telah terpapar Covid-19, sehingga terjadi penularan lokal ke keluarga dan teman-teman yang dikunjungi.

Selain itu, Bupati Jayawiaya menyebutkan, untuk Kabupaten Jayawijaya, terdapat juga Kluster Baru, diantaranya Kluster BPJS, Kluster Bank dan juga Rumah Sakit.

Untuk rumah sakit sendiri, Bupati menyebutkan, penerapan pembatasan kunungan ke Rumah Sakit akan diberlakukan selama lonjakan jumlah Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya masih tinggi.

Bupati Jayawijaya menduga, terjadinya peningkatan penularan Covid-19 di Jayawijaya yang begitu cepat hanya dalam waktu dua minggu, bisa disebabkan karena terjadinya penularan Varian Omicron yang berasal dari salah satu Pasien di Wamena.

“Kalau Omicron kami sudah kirim sampelnya satu yah, tapi kalau kita lihat sekarang, saya bisa bilang Omicron karena kontaknya cepat mengarahnya kesana,” ungkap Bupati Jayawijjaya.

Untuk memastikan kebenaran itu, Bupati Kabupaten Jayawijaya akan memastikan dan mengecek kembali ke Laboratorium di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *