Wamena (KT) – Kepala Balai Besar Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPoM) Jayapura, Mojaza Sirait, S.Si.,Apt menyebutkan, Kantor Perwakilan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPoM) di Wamena belum bisa dibangun.
Menurutnya, walapun potensi pembangunan Kantor Perwakilan BPoM di Wamena sangat besar, namun masih banyak pertimbangan yang perlu dilihat kembali, diantaranya ketersediaan tenaga atau SDM serta menyangkut ketersediaan anggaran, selain itu harus adanya persetujuan dari kementerian keuangan.
Khususnya di Papua, keberadaan Kantor BPoM di Papua hanya ada di Jayapura, Merauke dan juga Timika, sedangkan untuk Kantor Baru yang sudah ada di 40 Kabupaten dan Kota telah berjalan dan akan di Evaluasi keefektifannya.
Namun, menurut Kepala Balai Besar Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPoM) Jayapura, Mojaza Sirait, S.Si.,Apt, keberdaaan Kantor Perwakilan BPoM di Wamena sangat penting.
Karena, jika dilihat dari luas wilayah, BpOM Provinsi menghadapi keterbatasan untuk menjangkau semua Kabupaten Kota di Papua.
Kepala Balai Besar Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPoM) Jayapura, Mojaza Sirait, S.Si.,Apt menyebutkan, kehadiran BPoM di Papua, tidak hanya melakukan pengawasan Obat dan Makanan saja, namun beberapa kegiatan membantu pemulihan perekonomian masyarakat melalui upaya pemberdayaan pelaku usaha yang ada di Papua.
Artinya, BpOM hadir untuk memberikan Edukasi dan bimbingan kepada Pelaku Usaha yang ada di Papua, terutama dalam memproduksi hasil usahanya sesuai aturan yang berlaku.(NP)












