Mama Yuli : Pemerintah Jangan Lupa, Sudah Tiga Bulan Warga Masih Hidup di Tenda

Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Nduga diminta untuk tidak melupakan warga yang terdampak pertikaian antara warga yang sampai saat ini masih hidup sementara di dalam tenda.

Harapan itu disampaikan Mama Yuli Matuan, salah satu warga masyarakat yang terkena dampak pertikaian antara warga di Wilayah Kampung Wesakma Distrik Wouma Kabupaten Jayawijaya pada 9 Januari 2022 lalu.

“Sampai dimana perjanjian Pemerintah Jayawijaya dan Lanny Jaya, karena sekarang masyarakat yang terdampak hidup menderita karea tempat usaha dan tempat tinggal sudah hancur,” kata Mama Yuli di Wouma, Minggu (6/3/2022).

Diakui, masyarakat yang terdampak saat ini hidup menderita, bahkan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, terpaksa harus meminjam uang ke saudara lainnya dan juga harus hidup dari hasil kebun, sehingga persiapan uang untuk membayar biaya sekolah bagi anak-anak harus digunakan untuk bisa bertahan hidup didalam tenda sementara.

Selain itu, terkain janji Bupati dan juga dana yang diberikan, Mama Yuli menyebutkan, dana tersebut tidak cukup untuk membangun rumah bagi warga masyarakat yang terdampak.

“Untuk anak-anak sekolah ini kami harus pinjam, apalagi mereka sudah mau ujian,” kata Mama Yuli.

Dirinya mewakili masyarakat yang terdampak pertikaian meminta kepada Pemerintah Jayawijaya, Lanny Jaya dan juga Nduga, untuk tidak melupakan kesengsaraan warga masyarakat yang sampai saat ini masih menunggu janji pemerintah.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *