Wamena (KT) – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jayawijaya, tidak dianggarkan untuk membayar Kepala orang atau manusia dari dampak kerusuhan atau keributan apapun, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.
Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH. M.Hum saat di temui di Wamena, Selasa (14/6/2022) menegaskan, APBD Jayawijaya tidak disiapkan untuk membayar korban akibat dampak yang ditimbulkan oleh masyarakat yang ada dan hidup di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, kegunaan APBD Jayawijaya sudah sangat jelas, yaitu untuk digunakan dalam bidang kesehatan, pendidikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga Infrastruktur pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.
Sehingga, masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya, jangan pernah berharap atau bahkan sampai berpikir untuk berbuat masalah dan akan di selesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
“Masyarakat jangan harap enak, buat masalah seenaknya, terus Mau tolak pemerintah yang selesaikan masalah dengan bayar kepala, itu stop, karena APBD Jayawijaya bukan digunakan bayar masalah,” tegas Wakil Bupati Jayawijaya.
Lebih baik, APBD Yang ada kita gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, seperti meningkatkan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan juga bidang sosial kemasyarakatan lainnya.
Wakil Bupati Jayawijaya Berpesan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya serta juga seluruh masyarakat yang berasal dari Kabupaten Pemekaran dan yang tinggal di Jayawijaya, untuk tidak membuat keributan dan permasalahan di Kabupaten Jayawijaya.
Karena Pemerintah tidak menganggarkan dana dari APBD untuk bayar uang kepala orang atau manusia, sehingga masyarakat Jayawijaya dan masyarakat yang berasal dari Kabupaten Pemekaran diminta untuk dapat menjaga situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya.(NP)












