Hi-Labewa Minta Kapolda Papua Usut Tuntas Masalah Bripda Diego Rumaropen Dengan Transparan

Wamena (KT) – Himpunan Lahir Besar Wamena (HI-LABEWA), meminta kepada Bapak Kapolda Papua untuk mengusut tuntas dengan transparan terkait masalah yang menimpa Ananda Fernando Diego Rumaropen.

Selain itu juga, Danki Brimob AKP Rustam,pembeli sapi beserta saksi lainnya agar jujur dalam memberikan keterangan didepan keluarga maupun penyidik atas peristiwa pembacokan anak labewa yang berprofesi sebagai anggota Brimob Yon D Wamena Bripda Diego Rumaropen.

“Inilah duka kami, Diego Rumaropen merupakan salah satu Anak yang Lahir Besar di Wamena, kepergian Cucu,Anak,kakak,adik, sahabat Diego membuat luka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Labewa,” ungkap Ketua Hi-Labewa, Semuel Pigay, melalui Pers Releasenya kepada media ini.

Menurutnya, dalam keseharianya Bripda Diego dikenal sebagai anak yang suka senyum, ramah, rajin dan patuh.Sangat sedih atas kepergian Dieogo hanya karena ulah Danki AKP Rustam mengajak pergi menembak sapi hingga dirinya menjadi korban pembunuhan oleh OTK.

Hingga saat ini peristiwa pembacokan Bripda Diego Rumaropen belum ada pangkal kejelasan kronologis yang akurat serta penangkapan pelaku pembacokan wafatnya Diego.

Badan Pengurus Himpunan Lahir Besar Wamena, (HI-LABEWA), Beserta seluruh Anggota Labewa Meminta Kepada Pihak Berwajib, untuk segera mengungkapkan hasil penyelidikan,penangkapan serta Jerat hukum kepada Pelaku Pembacokan Bripda Diego yang terjadi pada tanggal 18/06/ 2022 kemarin.di Distrik Napua, Kab.Jayawijaya.

Danki (AKP Rustam), Pembeli Sapi, serta beberapa orang yang diduga menjadi saksi untuk dapat memberikan keterangan dan kronologis kejadian yang sebenar benarnya kepada pihak berwajib, dan juga memberikan keterangan sebenar – benarnya kepada Keluarga, juga meminta kepada pihak yang berwajib untuk tidak mengijinkan Bapak Danki ( AKP Rustam) untuk meninggalkan wamena selama proses penyelidikan berlangsung.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *