JAYAPURA (KT) – Polda Papua berupaya mempercepat transformasi polisi untuk menjadi Presisi. Diharapkan transformasi ini membuat polisi bisa ada di hati masyarakat Papua dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat secara persuasif.
“Transformasi ini harus kita percepat, untuk apa, mudah-mudahan dalam proses ini kita bisa betul-betul ada di hati masyarakat Papua,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri kepada wartawan usai upacara HUT Bhayangkara yang dilangsungkan secara hybrid di Mako Brimob, Jayapura, Papua, Selasa (5/7/2022).
Menurutnya, transformasi ini diperlukan karena yang pertama karena polisi yang ada di Polda Papua berdinas di Papua, tentunya punya hal spesifik sendiri. Khusus polisi yang di Papua, ia sangat berharap sudah bisa melakukan tranformasi sesuai harapan pimpinan Negara serta pimpinan Kepolisian yaitu Presisi.
Kalau masyarakat sudah meyakini bahwa Polri memang sudah mulai berubah untuk melayani, imbuhnya, ini akan memberikan kontribusi yang baik sebagaimana harapan Presiden. Dimana, polisi diharapkan dapat menghadirkan keamanan dan ketertiban masyarakat, untuk bisa lebih baik daripada waktu yang lalu.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih ada harapan-harapan terhadap pelayanan Polri yang masih kurang. Tentunya manusiawi, kita akan berusaha di hari ulang tahun yang kedepan kita akan memperbaiki pelayanan kita terhadap masyarakat yang ada di tanah Papua,” kata Kapolda.
Mengenai situasi keamanan pasca penentuan Daerah Otonomi Baru (DOB), ia menuturkan, situasi keamanan berangsur-angsur sudah bisa menuju kedamaian. Masalah pro-kontra sebagaimana disampaikan masyarakat beberapa waktu lalu merupakan hal yang biasa.
“Yang terima kita harus hargai, yang tolak kita harus hargai,” ujar Kapolda.
Ada perbedaan yang ada di Pegunungan Bintang maupun yang ada di Papua Tengah merupakan bagian daripada demokrasi. Ia meminta agar masyarakat jangan menyikapi perbedaan ini secara emosional, namun para pelaku politik atau aktor politik harus berusaha untuk mendekati masyarakat.
“Kembali saya mengingatkan para pelaku politik, aktor-aktor politik untuk meninggalkan ego masing-masing. Mari kita mempersiapkan diri untuk bagaimana bisa sebagaimana tujuan dari DOB itu hadir yaitu mempercepat pelayanan pemerintah di masing-masing wilayah,” ujar mantan Kapolres Kabupaten Jayapura ini.
Ia menambahkan, untuk penolakan DOB, pihak Kepolisian yang dibantu TNI berusaha untuk secara bertahap menangani secara baik, profesional dan tepat.
“Kita tidak mau mengulangi hal-hal yang dapat memojokkan aparat. Tetap ketenteraman di tanah Papua tetap kita wujudkan,” pungkasnya. (rico)












