Pemuda Papua Desak Pemerintahan Jokowi Bekukan KNPI Yang Didalangi Oligarki

JAYAPURA (KT) – Wasekjen Lingkungan Hidup dan Pemanasan Global DPP KNPI, Bung Yulianus Dwaa, menyerukan dua point penting saat Orientasi Pengurusan KNPI Haris Pertama di Taman Budaya Gunung Kidul, 14 Juli lalu.

Adapun dua point tersebut yakni apabila Pemuda di Indonesia terpecah-belah oleh oligarki, maka hal itu bertanda Bangsa dan Negara Indonesia sedang sakit.

“Jika bangsa kita sakit maka masa depan Indonesia juga patut dipertanyakan,” kata Yulianus Dwaa.

Dipoint selanjutnya, Yulianus Dwaa yang juga sebagai salah satu Pemuda perwakilan dari Provinsi Papua, meminta dan mendesak Presiden Jokowi untuk membekukan KNPI abal-abal yang didalangi oligarki dan mafia ekonomi.

“Pembembekuan tersebut sangatlah berdasar, karena dari sisi Legalitas Organisasi, Legitimasi Pemuda OKP dan DPD Pemuda di seluruh Indonesia, serta tidak hanya terbatas pada kelompok pemuda yang berada dua Jakarta saja. Dan yang paling penting adalah melihat Histori KNPI Sejak 1973,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Yulianus Dwaa seruan tersebut disampaikannya saat sesi materi dengan Kabinda, dengan harapan dua point diatas dapat diteruskan kepada Presiden.

“Yang jelas dua point penting diatas mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari Pengurus DPP & DPD Seluruh Indonesia, dengan harapan Pemerintahan Jokowi dapat menindaklanjuti seruan kami untuk kejayaan Pemuda di Indonesia,” jelas Yulianus.

Sekedar diketahui Pasca di lantik Pada Tangal 23 Juli 2022 Bertepatan dgn HUT KNPI Ke – 49, Kepengurusan KNPI Haris Pratam menggelar Orientasi Pengurus di Taman Budaya Gunung Kidul.

Haris Pertama pada kesempatan tersebut menekankan tentang Persatuan Pemuda dari Sabang Sampai Merauke merupakan Gabaran Miniatur NKRI.

“Jika Pemuda Bersatu Maka Indonesia Punya Masa Depan,” kata Haris Pertama.

Turut Memberi Materi Pqda Orientasi Tersebut KABINDA DIY mewakili Kepala BIN RI Yg Memberi Gambaran Kondisi GEO POLITIK Negara Kita & Tantangan2 Global serta Posisi & peran Pemuda Hari Ini.**

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *