Wamena (KT) – Tiga Komunitas Basis (Kombas) yang ada di lingkungan Santo Yusuf Doskar Paroki Bunda Maria Pikhe menerima bantuan ternak babi.
Penyerahan bantuan Ternak Babi dilakukan simbolis oleh Pastor Paroki Bunda Maria Pikhe, Yeremias Lado, OFM kepada salah satu perwakilan Kombas di Lingkungan Santo Yusuf Doskar.
Ketua Lingkungan Santo Yusuf Doksar, Paroki Bunda Maria Pikhe, Ruben Siep menjelaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan program lingkungan dalam rangka memberdayakan kemandirian umat khususnya pada peningkatan ekonomi umat yang ada di Lingkungan Santo Yusuf Doksar, Paroki Bunda Maria Pikhe.
Selama ini, kata Ruben Siep, umat selalu membeli ternak Babi dari saudara-saudara kita yang ada di Jayawijaya, bahkan ada juga yang harus mendatangkannya dari Jayapura, sehingga selaku ketua Lingkungan, dirinya bersama umat terpanggil untuk bersama-sama berusaha meningkatkan kemandirian umat dalam hal peningkatan ekonomi melalui budi daya ternak babi.
Melalui program yang sudah di sepakati, umat yang ada di Lingkungan Santo Yusuf Doskar melakukan berbagai kegiatan penggalangan dana, dan dari hasil penggalangan yang telah dilakukan, umat menyepakati untuk membeli ternak babi dan dibagikan kepada setiap kombas yang ada di lingkungan Santo Yusuf Doskar.
Dijelaskan, dari dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak 93 Juta Rupiah, telah dibelanjakan 18 ternak Babi, dimana ternak babi tersebut telah diserahkan kepada masing-masing kombas, dimana setiap kombas akan mendapatkan masing-masing 5 ternak Babi.
Dirinya berpesan kepada Umat Lingkungan Santo Yusuf Doskar, Ternak Babi yang sudah diserahkan bukan milik Pribadi, namun menjadi bagian dan tanggungjawab Kombas, sehingga harus dipelihara dan terus dikembangbiakkan menjadi banyak.
“Ternak Babi itu kita pelihara, kalau sudah beranak, satu ekor harus menjadi aset untuk Gereja, sedangkan yang lain bisa dibagikan kepada mereka yang belum memiliki ternak babi,” ungkap Ruben Siep.
Pastor Paroki Bunda Maria Pikhe, Yeremias Lado, OFM menyambut baik usaha dan kerja keras swadaya yang dilakukan Umat Lingkungan Santo Yusuf Doskar dalam rangka pemberdayaan peningkatan ekonomi umat di lingkungan Santo Yusuf Doskar Paroki Bunda Maria Pikhe.
Pastor Paroki Bunda Maria Pikhe, Yeremias Lado, OFM menyebutkan, apa yang sudah dilakukan merupakan bentuk dari perwujudan Kombas yang sejati, dan hal ini harus menjadi contoh untuk bisa diikuti oleh lingkungan dan juga Kombas yang ada di Paroki Bunda Maria Pikhe.
Dirinya berharap, umat dapat bersama-sama mengembangkan usaha bersama ternak babi agar semakin berkembang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi umat yang ada di setia Kombas.
Sekretaris Lingkungan Santo Yusuf Doskar Paroki Bunda Maria Pikhe, Salomina Marian menyebutkan, umat dari 3 Kombas yang ada di Lingkungan Santo Yusuf Doskar sudah siap untuk membudidayakan ternak Babi.
“Kami sudah berpikir panjang, kalau punya Babi harus ada kebun, jadi kami tiga Kombas sudah sepakat untuk membuka lahan perkebunan,” ungkap Salomina Marian.
Selain Program Pemberdayaan dan peningkatan Ekonomi umat, Lingkungan Santo Yusuf Doskar juga memiliki program penting lainnya yang dilakukan Orang Muda Katolik (OMK) dan Wanita Katolik (WK).
“Ternak Babi ada 18 Ekor, jadi Kombas akan dapat 15 Ekor dan 3 Ekor itu satu untuk WK dan satu untuk OMK,” ungkap Salomina Marian.
Ketua DPP Paroki Bunda Maria Pikhe, Kletus Walilo Memberikan apresiasi dan terimakasih kepada kerja dan usaha yang sudah dilakukan Lingkungan Santo Yusuf Doskar.
Dirinya meminta dan berharap kepada Lingkungan yang ada di Paroki Bunda Maria Pikhe untuk mencontohi apa yang sudah dilakukan oleh lingkungan Santo Yusuf Doskar.
Sementara itu, Penasehat Lingkungan Santo Yusuf Doskar Paroki Bunda Maria Pikhe, Michael Oagay menjelaskan, apa yang dilakukan merupakan usaha swadaya umat yang ada di lingkungan Santo Yusuf Doskar.
Dijelaskan, umat yang ada di Lingkungan Santo Yusuf Doskar tidak hanya Fokus dalam Gereja saja, namun terus melakukan kegiatan dan program-program diluar dari Gereja, seperti melalui program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi umat.
Sehingga, kepada Pemerintah Jayawijaya, dirinya berharap, dapat memberikan perhatian serius, terutama kepada umat dan khususnya masyarakat Jayawijaya yang benar-benar serius dalam berusaha membudidayakan ternak babi.(NP)












