Wamena (KT) – Pasca-kerusuhan di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, ratusan warga mengungsi ke Wamena. Gelombang kedua pengungsian tiba di Mapolres Jayawijaya pada Rabu, 17 September 2025, dengan jumlah tercatat mencapai 178 orang. Sebagian besar pengungsi lainnya langsung bergabung dengan keluarga atau paguyuban di Wamena, sehingga jumlah total diperkirakan melebihi 200 orang.
Para pengungsi dikawal ketat oleh aparat keamanan dan disambut langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara dan Wakapolres Kompol I Wayan Laba.

Respons Cepat Pemerintah dan Paguyuban
Wakapolres Kompol I Wayan Laba menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan penampungan sementara di Masjid Polres bagi pengungsi yang tidak memiliki keluarga di Wamena. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan langsung turun tangan untuk memastikan penanganan para pengungsi yang mengalami trauma.
Kepala Dinas Sosial Yanius Telenggen menyatakan, “Kami dari Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan hadir langsung di halaman Polres Jayawijaya untuk melihat kondisi mereka. Ada yang luka, ada yang trauma, dan saat ini sedang ditangani.”
Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Dinsos telah menyiapkan bantuan logistik berupa tenda, tikar, selimut, mie instan, dan beras. Penyaluran akan dilakukan setelah pendataan resmi dari pihak kepolisian selesai.
Rasa Syukur dan Seruan untuk Solidaritas
Yohanes Tuku, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayawijaya, menyampaikan rasa syukurnya karena warga berhasil dievakuasi dengan selamat. Ia mengonfirmasi bahwa sebagian besar warga Toraja yang mengungsi langsung menuju keluarga mereka.
Namun, ia juga mengungkapkan kerugian materiil yang dialami warga, di mana sejumlah rumah, toko, dan gereja di Yalimo hangus terbakar. Yohanes berharap agar ke depannya ada sosialisasi untuk menjaga etika berkomunikasi, terutama di kalangan generasi muda, guna memperkuat hubungan dengan masyarakat asli Papua.
“Kita semua adalah saudara. Mari kita saling berbagi, saling menjaga, dan saling menguatkan,” tutupnya, seraya menegaskan pentingnya solidaritas di masa sulit.












