SINAK, (KT)— Kehadiran personel Brimob Polri di Pos Sinak kini tidak lagi hanya identik dengan seragam taktis dan penjagaan wilayah. Pada Selasa (20/01/2026), sisi humanis korps baret biru ini kembali terpancar melalui aksi nyata pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung jantung kebutuhan masyarakat di pedalaman Papua.
Di tengah tantangan geografis dan terbatasnya fasilitas medis, tim medis Brimob bergerak aktif memberikan pertolongan pertama, penyaluran vitamin, hingga edukasi kesehatan bagi warga. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang seringkali kesulitan menjangkau pusat layanan medis formal.
Lebih dari Sekadar Pengamanan
Pendekatan yang dilakukan personel di lapangan mengedepankan Soft Approach. Setiap warga yang datang disambut dengan dialog hangat, menciptakan suasana kekeluargaan yang melunturkan sekat antara aparat dan sipil.
• Layanan Medis: Pemberian obat-obatan esensial dan suplemen daya tahan tubuh.
• Pemeriksaan Rutin: Pemantauan kondisi fisik bagi warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan ringan.
• Dukungan Psikologis: Memberikan rasa tenang dan aman melalui interaksi sosial yang akrab.
Membangun Kepercayaan (Trust Building)
Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menekankan bahwa keamanan sejati lahir dari rasa percaya. Beliau menyatakan bahwa kehadiran Polri di Papua bukan sekadar penjaga stabilitas, melainkan sebagai mitra tumbuh masyarakat.
“Kedamaian di tanah Papua tidak bisa hanya dibangun dengan kekuatan fisik, melainkan dengan hati. Saat kita hadir memberikan solusi bagi kesehatan mereka, di situlah benih kepercayaan dan rasa aman tumbuh secara alami,” ungkap Brigjen Pol. Faizal.
Suara dari Masyarakat
Sentuhan kasih ini membuahkan apresiasi mendalam. Mama A, salah satu warga yang membawa anaknya untuk diperiksa, mengungkapkan rasa syukurnya. Bagi masyarakat Sinak, kehadiran Brimob yang peduli kesehatan adalah bukti bahwa negara hadir di tengah mereka.
“Kami senang sekali Bapak-Bapak Brimob sangat baik. Mereka tidak hanya jaga kampung, tapi juga bantu obati kami yang sakit. Anak-anak jadi tidak takut lagi, mereka merasa punya pelindung sekaligus saudara,” tuturnya haru.
Melalui aksi ini, Pos Sinak bertransformasi menjadi simbol harapan. Brimob Polri membuktikan bahwa pengabdian tertinggi adalah ketika tugas negara berpadu selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, memastikan bahwa setiap warga negara, sejauh apa pun mereka berada, tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak.












