BOVEN DIGOEL, (KT) — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak cepat melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian perkara (TKP) pasca-insiden tragis penembakan pesawat Smart Air PK-SNR. Pada Kamis (12/2/2026), tim gabungan bersama Ditreskrimum Polda Papua dan Polres Boven Digoel menyisir Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, guna mengumpulkan bukti vital untuk menyeret para pelaku ke meja hijau.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) tersebut telah merenggut nyawa dua putra terbaik bangsa, Pilot Egon Irawan dan Co-pilot Baskoro.
Fakta Investigasi: 23 Titik Krusial Teridentifikasi
Dalam olah TKP yang berlangsung penuh ketelitian ini, tim penyidik menetapkan 23 penomoran titik penting sebagai dasar konstruksi perkara. Beberapa temuan utama di lapangan meliputi:
* 13 Lubang Tembakan: Bekas terjangan peluru ditemukan menyebar di badan pesawat, menunjukkan serangan yang intens.
* Barang Bukti Balistik: Pengamanan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi aktif yang ditemukan langsung di area landasan.
* Pecahan Material: Serpihan kaca jendela pesawat yang hancur akibat tembakan jarak jauh.
* Pemetaan Eksekusi: Identifikasi titik pengejaran, lokasi penangkapan korban, hingga titik penembakan kru pesawat di area landasan.
Kronologi Serangan: Aksi Brutal 20 Pelaku
Berdasarkan keterangan saksi kunci, serangan terjadi sesaat setelah pesawat bersiap lepas landas menuju Dekai. Sekitar 20 orang tidak dikenal (OTK) muncul secara tiba-tiba dari arah penginapan bandara dan melepaskan tembakan membabi buta dari jarak sekitar 200 meter.
Saksi menyebutkan para pelaku bukan merupakan warga setempat. Setelah mengejar kedua awak pesawat yang sempat berusaha berlindung di rumah warga, pelaku membawa mereka kembali ke landasan untuk dieksekusi secara keji.
Respons Tegas Pimpinan Operasi
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan di tanah Papua.
“Setiap bukti dan jejak di lapangan telah kami dokumentasikan secara profesional. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan proses penyidikan berjalan transparan dan komprehensif guna mengungkap kelompok di balik aksi brutal ini,” tegas Brigjen Faizal.
Waka Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa barang bukti yang diamankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk melacak asal-usul senjata dan amunisi yang digunakan.
Situasi Kemanusiaan: Puluhan Warga Mengungsi
Dampak dari teror ini, sebanyak 39 warga sipil telah mengungsi ke wilayah Kepi dan Distrik Senggo di Kabupaten Mappi demi faktor keamanan. Satgas terus melakukan pemantauan ketat di jalur udara dan sungai—dua akses utama menuju lokasi—untuk memastikan tidak ada pergerakan kelompok kriminal yang mengganggu warga.
Satgas Ops Damai Cartenz-2026 berkomitmen melakukan penegakan hukum yang terukur dan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang mengancam keselamatan warga sipil dan fasilitas publik.












