JAYAPURA, (KT)– Lubang-lubang peluru yang menganga di badan pesawat di Bandara Korowai Batu menjadi saksi bisu horor yang terjadi di perbatasan Papua Selatan. Berdasarkan hasil olah TKP terbaru, tercatat sedikitnya 13 bekas proyektil bersarang di badan pesawat pasca-penyerangan brutal yang menewaskan pilot dan kopilot.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam konferensi pers Jumat (13/02/2026), membeberkan detail mencekam di balik insiden yang memutus keheningan Distrik Yaniruma tersebut.
Kronologi: 20 Orang Menyerbu di Tengah Apron
Insiden berdarah ini terjadi saat pesawat perintis yang membawa logistik dan warga dari Tanah Merah sedang melakukan proses bongkar muat penumpang.
• Penyergapan Tiba-Tiba: Sekitar 20 orang bersenjata api dan tajam muncul secara serentak saat penumpang tujuan Dekai bersiap naik.
• Pengejaran di Runway: Dalam situasi kacau, Pilot dan Kopilot dilaporkan sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditembak oleh kelompok pelaku di area sekitar landasan pacu (runway).
• Saksi Kunci: Kesaksian dari para penumpang yang selamat menjadi dasar kuat kepolisian dalam mengidentifikasi pola serangan kelompok ini.
Situasi Terkini di Tiga Titik Rawan
Satgas Damai Cartenz kini membagi fokus pengamanan di tiga wilayah yang menjadi atensi utama:
1. Korowai (Boven Digoel): * 29 personel telah diterjunkan untuk menjaga bandara yang sebelumnya tidak memiliki pengamanan tetap.
• Tim teknis maskapai sedang dikawal untuk menangani pesawat yang masih tertahan di lokasi.
2. Yahukimo (Dekai):
• Fokus pada pemulihan sopir truk tangki air yang menjadi korban penembakan.
• Status wilayah berada dalam pengamanan penuh guna mencegah serangan susulan terhadap pekerja sektor publik.
3. Puncak Jaya:
• Duka mendalam bagi keluarga Ahmad Gunawan (41) yang jenazahnya telah dipulangkan ke Sulawesi Selatan.
• Identitas kelompok pelaku di wilayah ini telah dikantongi, namun dipastikan merupakan jaringan yang berbeda dari kelompok di Korowai.
Pengejaran Menuju Yahukimo
Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa pengejaran terus dilakukan dengan menyisir perbatasan Boven Digoel dan Yahukimo.
“Berdasarkan investigasi, pelaku diduga kuat melarikan diri ke arah Yahukimo. Kami melakukan penyisiran dan penyekatan di jalur-jalur pelarian tradisional mereka,” tegas Yusuf.
Jaminan Keamanan Transportasi Udara
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjamin bahwa akses transportasi udara perintis—yang merupakan jantung distribusi logistik warga pedalaman—akan segera dipulihkan.
“Kami tidak akan membiarkan aksi teror melumpuhkan mobilitas warga. Pengamanan di titik-titik rawan kami pertebal untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan stabilitas wilayah,” ujar Faizal.












