Patahkan Tren Kekerasan di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz 2026 Bekuk Pentolan KKB Homi Heluka

JAYAPURA, (KT) – Merespons lonjakan gangguan keamanan yang signifikan di Kabupaten Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mempertebal pengamanan sekaligus melakukan tindakan tegas terhadap aktor utama kekerasan. Hasilnya, dua buronan kelas kakap, Homi Heluka dan Simak Kipka, berhasil diringkus tim gabungan.

Eskalasi Tajam di Awal Tahun
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faisal Ramadhani, mengungkapkan adanya anomali keamanan di wilayah Papua Pegunungan pada awal 2026. Data menunjukkan lonjakan drastis: dari hanya 3 kejadian pada awal 2025, melompat menjadi 23 kejadian hingga pertengahan Februari 2026.

“Situasi ini sudah kami prediksi sejak kaburnya Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada Februari tahun lalu. Dampaknya terasa pada stabilitas di Yahukimo yang terus memanas,” jelas Brigjen Faisal dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (20/2/2026).

Penebalan Personel Secara Masif
Guna meredam aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Satgas melakukan perkuatan pasukan secara bertahap:
• Januari 2026: Personel ditingkatkan dari 80 menjadi 150 orang.
• Februari 2026: Tambahan 50 personel baru.
• Total Kekuatan: Saat ini sekitar 250 personel disiagakan khusus untuk pengejaran DPO dan langkah preventif.

Rekam Jejak Kejahatan Homi Heluka
Penangkapan Homi Heluka menjadi capaian krusial mengingat daftar panjang aksi kriminal yang melibatkannya sejak 2022, di antaranya:
1. Penembakan Anggota Polri di Jalan Logpon (2022) hingga gugur.
2. Pembakaran Mobil Sat Binmas di Jalan Paradiso (Januari 2025).
3. Pembunuhan Warga di lokasi pendulangan emas (April 2025).
4. Penembakan Anggota Kodim Serka Segar Mulyana (Juni 2025).
5. Penganiayaan Berat terhadap warga sipil bernama Suwono (Februari 2026).

Selain Homi, petugas juga menangkap Simak Kipka yang terlibat aksi pembakaran mobil milik Kepala Desa Almadi di dekat Kantor DPRD Yahukimo, 18 Februari lalu.
Komitmen Penegakan Hukum
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menegaskan bahwa penangkapan ini bertujuan memutus rantai kekerasan di wilayah tersebut.

“Kami tidak hanya bertindak represif, tapi juga memastikan kehadiran negara untuk memberi rasa aman. Seluruh proses hukum terhadap 12 tersangka yang telah kami amankan sejak November akan dilakukan secara transparan dan profesional,” tegas Kombes Adarma.

Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Yahukimo untuk pengembangan kasus dan pelacakan jaringan anggota KKB lainnya yang masih bersembunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *