Penyergapan di Yahukimo: Satgas Damai Cartenz 2026 Ringkus Meno Heluka, Anggota Inti Kelompok Kopitua

Penyergapan di Yahukimo: Satgas Damai Cartenz 2026 Ringkus Meno Heluka, Anggota Inti Kelompok Kopitua

YAHUKIMO, (KT)– Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menorehkan keberhasilan dalam upaya pembersihan wilayah Papua Pegunungan dari aksi kekerasan bersenjata. Pada Senin (23/02/26) pagi, petugas berhasil membekuk Meno Heluka, anggota inti kelompok bersenjata pimpinan Kopitua Heluka, di area Pasar Baru, Yahukimo.

Kronologi Penangkapan: Pengintaian 48 Jam
Proses penangkapan ini merupakan hasil dari operasi intelijen yang presisi. Sebelum diringkus, pergerakan Meno Heluka telah dipantau secara ketat oleh Tim Gakkum Unit Yahukimo.
* Pemantauan: Terduga terpantau selama dua hari di sekitar Terminal 88.
* Target Pergerakan: Meno diduga berencana melarikan diri menuju wilayah Korowai.
* Eksekusi: Petugas melakukan penyergapan cepat dan terukur di kawasan Pasar Baru guna menghindari jatuhnya korban sipil maupun gangguan kamtibmas di pusat keramaian.

Rekam Jejak Kriminal: Terlibat Penembakan Babinsa
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan pengembangan informasi, Meno Heluka bukan sekadar anggota biasa. Ia diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aparat negara.

Kasus Utama: Penembakan terhadap Serka Segar Mulyana (Babinsa TNI AD) pada 16 Juni 2025. Saat itu, korban tengah menjalankan tugas pembinaan teritorial demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan Yahukimo.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menindak tegas siapa pun yang mengancam nyawa aparat maupun warga sipil.

Komitmen Penegakan Hukum Secara Profesional
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa proses hukum terhadap Meno Heluka akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
* Proses Intensif: Saat ini, Meno berada di Ruang Sat Reskrim Polres Yahukimo untuk pendalaman peran dalam jaringan Kopitua Heluka.
* Profiling Jaringan: Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa tim di lapangan terus melakukan pemetaan terhadap jaringan yang masih aktif guna memutus rantai kekerasan di wilayah pegunungan.

Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Yahukimo serta menjadi sinyal keras bagi kelompok bersenjata bahwa negara tidak akan membiarkan aksi kekerasan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *