Jaga Kedamaian Nabire, Yeri Murib: Jangan Biarkan Aksi Demonstrasi Membawa Korban

Tokoh pemuda sekaligus penggerak gereja di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Yeri Murib

NABIRE, (KT) — Tokoh pemuda sekaligus penggerak gereja di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Yeri Murib, mengeluarkan seruan tegas bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia meminta warga untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam pusaran aksi demonstrasi yang berisiko memicu konflik serta kerugian fisik maupun materil.

Pesan Keamanan untuk Nabire Timur dan Barat
Dalam keterangan resminya pada Sabtu (04/04), Yeri menyoroti pentingnya kewaspadaan warga, khususnya mereka yang berdomisili di wilayah Nabire Timur hingga Nabire Barat. Ia memperingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di media sosial maupun kabar burung terkait rencana aksi massa.
Yeri menekankan bahwa seringkali dampak buruk dari sebuah aksi demonstrasi yang tidak terkendali justru menimpa warga sipil yang tidak tahu-menahu.

“Kami mendengar isu akan ada demo. Kekhawatiran kami adalah aksi tersebut berujung pada adanya korban jiwa atau luka, terutama dari masyarakat yang sebenarnya tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

Efek Domino Bagi Keluarga
Lebih lanjut, Yeri menyentuh sisi kemanusiaan dan ikatan keluarga. Menurutnya, sebuah insiden di lapangan bukan hanya masalah individu yang terlibat, melainkan akan menjadi beban duka bagi seluruh sanak saudara.
* Dampak Personal: Potensi cedera atau masalah hukum.
* Dampak Keluarga: Satu orang yang menjadi korban akan menyisakan kesedihan bagi seluruh keluarga besar.
* Dampak Sosial: Terganggunya aktivitas ekonomi dan kenyamanan warga Nabire.
“Jangan ikut bergabung dalam demo-demo tersebut. Jika satu orang menjadi korban, bukan hanya dia yang sakit, tapi seluruh keluarga akan ikut merasakan sakitnya,” tegas Yeri dengan nada persuasif.
Langkah Preventif Demi Stabilitas

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen pemuda dan jemaat gereja untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Imbauan ini dianggap sebagai langkah preventif yang krusial demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah, agar pembangunan dan kehidupan sosial dapat berjalan tanpa rasa takut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *