Wamena (KT) – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Papua bersama Dispar Kabupaten Jayawijaya melakukan Tour Wisata sekaligus menyerahkan bantuan kepada Kelompok Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Kelompok Wisata yang dikunjungi Dispar Provinsi Papua dan Dispar Kabupaten Jayawijaya, Rabu (21/8/2019) diantaranya, Obyek Wisata Taman Kasuari Sogokmo Distrik Assotipo, Mumi Aikima di Kampung Aikima Distrik Pisugi, Pasir Putih Aikima di Distrik Pisugi, dan Group Lodama Kampung Obia Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya.

Dalam kunjungan itu, Dispar Provinsi Papua berkesempatan menyalurkan bantuan guna mendukung pengelolaan tempat wisata, seperti tempat sampah, sarung tangan, sapu, serok-serok, plastik sampah, Sekop, gunting bunga dan beberapa alat pendukung untuk mengelola tempat wisata.
Selain meyalurkan bantuan kepada Kelompok Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya, Dispar Provinsi Papua juga melihat langsung obyek-obyek wisata yang ada serta mendengar langsung keluhan dan aspirasi dari kelompok wisata yang dikunjungi.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Sadar Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Papua, Heriana Nirigi menjelaskan, pihak Dispar Provinsi telah melakukan kegiatan pelatihan bagi 6 kelompok sadar Wisata di Kabupaten Jayawijaya, yang dilanjutkan dengan Tour Wisata ke beberapa Lokasi Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, tujuan Tour Wisata ke lokasi Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya ialah, untuk melihat dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan dan apa yang selama ini mejadi masalah masyarakat pengelola tempat wisata khusus di Kabupaten Jayawijaya.
Diakui, kegiatan yang dilakukan ialah Bukti kerja nyata dari Dispar Provinsi Papua khususnya Seksi Pemberdayaan Masyarakat Sadar Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Papua.
Dirinya sangat bersyukur akan nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Jayawijaya, sehingga dirinya mengajak SKPD lain untuk ikut juga menaruh perhatiannya kepada peningkatan dan pengembangan tempat-tempat Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
“Kalau memang ada kelompok-kelompok atau dinas lain terkait untuk melakukan peguatan, tolong jangan serahkan ke tempat lain yang tidak sasaran, tetapi serahkan bantuan kepada kelompok yang tepat sasaran,” kata Heriana.
Dari kunjungannya ke beberapa lokasi Wisata, Heriana mengakui bahwa ada beberapa hal yang masih kurang dan harus menjadi perhatian bersama, diantaranya masalah akses atau jalan penghubung ke tempat wisata.
“Akses jalan menjadi kendala, sebenarnya masayarakat sudah siap, tetapi akses yang menjadi kendala seperti jalan masuk ke tempat Wisata,” ungkap Heriana.
Selain akses jalan, yang harus menjadi perhatian bersama ialah sarana pendukung Obyek Wisata lainnya, sehingga sangat penting untuk pemerintah pemberian bantuan yang diperlukan dalam upaya pegembangan tempat-tempat Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, peran pemerintah setempat sangat penting dan dibutuhkan untuk peningkatan dan pengembangan tempat-tempat Wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya, sehingga keberadaannya terus berkelanjutan.
“Harus ada sinkronisasi dan kerjasama dari SKPD lain dalam upaya pegembangan tempat-tempat Wisata,” kata Heriana.
Heriana menyarankan kepada setiap pemilik temapt-tempat Wisata di Jayawijaya agar dapat mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada, menjaga kebersihan di lingkungan tempat wisata, serta memberikan jaminan rasa aman kepada setiap pengunjung yang datang.
Diakui, jika hal ini dilakukan oleh setiap kelompok wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya, maka akan ada pendapatan dari lokasi Wisata yang dikelola dan juga lokasi yang dikelola akan selalu dikunjungi terus.(NP)












