Sentani,(KT)- Ondofolo kampung sereh,Yanto Eluay menegaskan aksi demo yang belakangan ini digelar sejumlah komponen masyarakat dibeberapa daerah baik di Provinsi Papua maupun di Papua Barat terkait tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Malang dinilai tak terlalu penting.
“ Sebab setelah orang menghargai kita terus mereka meminta maaf kepada kita dalam arti,orang Papua yang menjadi pertanyaan, apakah orang Papua sejahtera. Justru tidak juga ? . Makanya,lebih baik kita habiskan melakukan hal-hal yang lebih penting atau positif ketimbang terlebih untuk generasi penerus orang Papua,” tegasnya kepada wartawan saat ditemui usai pembukaan sidang RAPBD Perubahan tahun anggaran 2019, kemarin.
Menurutnya, rakyat Papua justru memikirkan bagaimana kita sejahtera kedepannya dan bagaimana pembangunan berjalan di Papua, itu yang justru lebih penting. Bahkan, lebih baik rakyat Papua menyoroti tentang implementasi Otsus, apakah berhasil atau tidak daripada rakyat Papua menghabiskan energinya dengan aksi-aksi terkait tindakan rasisme.
“ Seluruh eleman dan komponen rakyat Papua diajak agar melihat apakah Otsus itu sudah berhasil atau tidak. Kalau belum berhasil apa penyebabnya?,” ujarnya.
Disamping itu, Yanto yang juga salah satu anggota dewan perwakilan rakyat daerah,( DPRD) Jayapura menolak Otsus plus diperjuangkan lagi sebab Otsus bagi rakyat Papua sudah diberikan dengan masa waktu selama 25 tahun.
“Otsus itu diberikan untuk mengejar ketinggalan terlebih dalam bidang pendidikan bagi orang Papua dan bila diberikan lagi justru akan menimbulkan kecemburuan bagi daerah lain di Indonesia, saya berpikir Otsus tidak akan diberikan lagi mengingat pada awal Otsus diberikan untuk Papua dan Papua Barat ketika masuk dalam wilayah NKRI saja sudah terbilang susah,” ucapnya.(TOM)












