JAYAPURA (KT) – Jubir Satgas C-19, Provinsi Papua, dr Silwanus Sumule, Sp.OG, (K) mengatakan dari 18 kasus positif C-19 di Papua, 13 pasien diantaranya dalam perawatan di RS rujukan yang tersebar di 3 Kabupaten di wilayah Papua, 2 pasien diantarannya dalam kondisi besat.
“2 pasien sakit berat dan saat ini menggunakan alat bantu pernapasan,” kata Sumule, melalui meeting zoom bersama wartawan, Sabtu malam.
Ia menyebut kedua pasien tersebut, saat ini sedang dalam perawatan intensif di RS rujukan di Kota Jayapura.
“Kami mohn dukungan doa untuk semua pasien dan juga doa bagi tenaga medis yang menangani,” kata Sumule menambahkan kedua pasien tersebut berusia diatas 70 tahun.
Sementara kondisi 13 pasien lainnya, menurut Sumule hingga saat ini dalam kondisi sakit sedang dan ringan. Ke-13 Pasien ini masing-masing di rawat di RS Rujukan di Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.
Lebih lanjut dikatakan, dari total 18 kasus C-19 di Papua, 1 pasien dari Kabupaten Mimika dinyatakan meninggal dunia, pada 3 April malam pukul 21.55 WIT dan telah di kebumikan. Sementara 2 pasien pertama telah dinyakan sembuh.
Ia mengatakan pe Malam ini jumlah PDP sebanyak 44 orang dengan rincian. Dimana terjadi penambahan 9 orang masing-masing, 1 orang di Kabupaten Nabire, 4 orang dari Kabupaten Mimika, dan 4 orang Jayapura. Namun terdapat 10 PDP yang pulang masing-masing dari Kabupaten Merauke 2 orang , Kabupaten Biak Numfor 1, Kabupaten Boven Digoel 3 Orang , Kabupaten Sarmi 2 orang , dan Kota Jayapura 2 orang.
Berita Baiknya, jumlah ODP berkurang 331 orang menjadi 6392 orang. Penurunan ini lantararan ODP ini telah melewati massa 14 hari kondisi stabil. “Ada penurunan dalam ODP, namun positif bertambah, sekali lagi garda terdepan adalah masyarakat, Call Centre kami 1500671 petugas stanbay 24 jam, dan kami tetap dianjurkan untuk isolasi 14 hari ke depan,” katanya.
Silwanus menambahkan, jumlah sample yang telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 214 sample dengan hasil 18 dan 196 sample hasilnya negatif . (TA)












