Kegiatan 3 W Budaya Orang Gunung, Bukan Program Pemerintah

Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Saat Menyerahkan Bantuan Alat Kerja Dan Bahan Makanan Kepada Kelompok Tani Masyarakat Yang Ada Di Distrik Bugi Kabupaten Jayawijaya

Wamena (KT) – Kegiatan Wen Wam dan Wene (3W) yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dan dijalankan di seluruh Wilayah Kabupaten Jayawijaya merupakan budaya dan filosofi yang selama ini melekat pada seluruh masyarakat gunung yang ada di Wilayah Jayawijaya dan Lapago.

Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum, Rabu (22/7/2020) menjelaskan, kegiatan 3 W yang selama ini di lakukan oleh masyarakat dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bukanlah program Pemerintah.

Namun lebih kepada kebiasaan dan budaya masyarakat gunung yang selama ini melakukan kegiatan dan bekerja dilahan perkebuan atau yang sering di sebut dengan bahasa daerah Wen, sedangkan Babi atau sebutan dengan bahasa daerah Wam, merupakan upaya masyarakat gunung untuk memelihara atau ternak jenis binatang peliharaan apa saja, sedangkan untuk Wene merupakan bonus dari kegiatan utama Wen dan Wam.

Artinya masyarakat harus bekerja dilahan perkebunan untuk menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk makan sehari-hari dan juga memberikan makan pada ternak Babi, sehingga jika dua hal ini dapat dipenuhi oleh masyarakat, maka semua persoalan, baik kesehatan, pendidikan anak, serta juga menyelesaikan masalah (Wen) dapat diatasi.

“Sebenarnya ini sudah menjadi bagian dari Filosofi orang Balim, terutama di Wilayah Lapago secara keseluruhan, karena orang gunung tanpa kebun orang tidak bisa hidup,” kata Wabup Jayawijaya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk memberikan suntikan Motivasi bekerja pada masyarakat dengan memanfaatkan filsafat Filosofi masyarakat.

Upaya yang dilakukan pemerintah ialah untuk memberdayakan masyarakat melalui kebiasaan berkebun yang selama ini melekat pada masyarakat gunung yang ada di Wilayah Lapago.

“Dengan pendekatan kearifan lokal yang dilakukan pemerintah Jayawijaya untuk mengembalikan kebiasaan masyarakat gunung untuk melakukan kegiatan 3 W tadi,” kata Wabup Marthin Yogobi.

Diakui, selama ini masyarakat Jayawijaya dimanja dengan segala macam jenis bahan makanan, sehingga masyarakat lupa untuk kembali melakukan kebiasaan mereka di lahan perkebunan.

Sehingga dalam kepemimpinan Bupati Jayawijaya Jhon Banua dan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, pemerintah ingin mengembalikan jati diri masyarakat gunung dan Lapago dengan kebiasaan 3 W, karena apa yang saat ini dilakukan sudah dilakukan sebelumnya oleh orang-orang tua terdahulu, dari bekerja di kebun, memelihara ternak babi.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *