JAYAPURA (KT)- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar tradisional dan Modern, Kamis (22/4/2021). Pelaksanaan sidak di tiga lokasi yakni pasar Tradisional Hamadi, Bulog dan Hypermart Mall Jayapura.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, mengungkapkan dari hasil pemantauan jika dilihat dari angka inflasi di kota Jayapura sejak Januari-Maret 2021 menunjukan tren peningkatan. Setelah dianalisis kata Naek, disebabkan oleh dua komoditas utama yakni cabe rawit merah dan ikan ekor kuning.
Hal itu diterangkan Naek, dipengaruhi oleh iklim yang kurang bersahabat pada Januari hingga Maret. Dimana gelombang laut dan curah hujan yang sangat tinggi.
“Akibat dari gelombang laut mengakibatkan nelayan sulit melakukan penangkapan ikan dan curah hujan yang tinggi itu mengakibatkan komuditas holtikultura terutama cabe rawit yang biasa di penuhi oleh pasar lokal di Kabupaten Keerom ternyata mengalami kebusukan dan itu mengakibatkan tekanan harga yang luar biasa,” jelasnya.
Kendati demikian kata dia, dari hasil pemantauan di pasar tradisional dan Modern seluruh kebutuhan pokok relatif stabil seperti telur, daging ayam dan bawang.
“Hanya saja yang menjadi persoalan itu sekarang harga cabe merah kriting dan cabe rawit,” ujarnya.
Terkait itu, pihaknya telah melakukan upaya kerja sama antar Daerah untuk mendatangkan stok cabe dari daerah sentra apakah Sulawesi selatan atau Jawa timur.
“Itu akan kita lakukan segera untuk menstabilkan harga cabe di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya. Kami sangat optimis dengan pengendalian seperti itu,” katanya.
Ditambahkan, sementara untuk stok beras dan kebutuhan lainnya di kota Jayapura relatif aman. tidak mentup kemungkinan jika, operasi pasar yang nantinya dilakukan oleh BUMN atau perbankan bisa membantu masyarakat dengan membuat paket sembako murah yang akan di disteibusikan tentunya dengan mentaati prokes yang ketat.
Dengan upaya seperti ini, ia meyakini kota Jayapura dapat melakukan stabilitasi harga dalam empat koridor yakni keterjangkauan harga, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
“Jadi 4K, dan kami punya tag line adalah pace juara Jayapura Hebat, pengendalian cepat menuju papua satu harga,” katanya.
Sementara wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta kepada semua pasar Tradisional maupun modern di kota Jayapura supaya mengontrol harga sembako menjelang hari raya idul fitri.
“Jagan sampai tiga hari menjelang idul fitri para distributor menaikan harga,” pinta wali kota.
Untuk itu, wali kota yang akrab di sapa BTM ini mengingatkan, kepada para distributor jangan menimbun barang. Sebab jika kedepatan maka akan diberikan sanksi dan teguran.
“Kami akan bekerja sama dengan satgas pangan dari Polresta Jayapura kota kita akan lakukan operasi, kalau kedepatan ada yang menimbun barang maka diberi sanksi,” uangkapnya.
Pemerintah terus akan mengontrol ketersediaan sembilan bahan pokok dan kestabioan harga di pasar apalagi kita sedang dihadapkan dengan Covid-19. (Ard)












