Orang Papua Harus Membangun Dari Tanah Suci

Sepi Wanimbo Ketua pemuda Baptis di tanah Papua dan juga Anggota forum pemuda kristen di tanah Papua

Wamena (KT) – Ketua pemuda Baptis di tanah Papua dan juga Anggota forum pemuda kristen di tanah Papua berharap kepada seluruh Orang Asli Papua (OAP) untuk membangun Papua dari Tanah Suci.

Menurutnya, Gambaran ini menyadarkan kita bahwa kita tidak meminum air dari sumur kita tetapi sumur kita sedang dihancurkan oleh orang lain.

“Kita harus memulai dan membangun dari sejarah yang kita miliki. Kita harus membangun dengan apa yang kita miliki dan yang telah diberikan oleh Allah kepada leluhur dan nenek moyang kita di Tanah ini,” kata Sepi Wanimbo belum lama ini.

Kata Sepi, kita harus memulai dari Tanah Suci ( Holy Land ) Tanah Papua Barat ini, dengan demikian kita menemukan kembali identitas kita yang mulai hilang.

Selain itu, kita harus menghargai diri kita sendiri dan menerima dari kita sendiri, dengan membangun budaya kita sendiri, bahasa kita, makanan kita, karena kita punya tanah, punya hutan, punya sungai, punya gunung, punya makanan.

Kita miliki segala – galanya, Kita bukan keturunan orang miskin, kita adalah anak – anak Raja, anak – anak Allah yang kaya.

Sehingga, jangan jual tanah, jangan jual gunung, jangan jual hutan, jangan jual air, jangan lepaskan tanah dengan harga sepiring sendok nasi atau segelas air teh manis, serta jangan menelantarkan anak – anak dan cucu kita.

Karena anak – anak dan cucu kita akan menjadi tamu di tanah dan negeri mereka sendiri, ketika kita jual tanah, dan pada saat itu juga kita telah menjual tulang – belulang leluhur, nenek – moyang dan menjual hak kesulungan kita.

“Kalau itu terjadi, artinya kita menghina diri kita sendiri karena kita dibentuk dari debu tanah,” kata Sepi Wanimbo.

Dirinya berharap, kita jangan mengulangi kesalahan fatal yang dilakukan Esau “Sementara lagi aku mati, apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” Yang ada dalam Kitab Suci Kejadian 25 : 29 – 34.

Sehingga, sesuai dari kutipan Dr.Dumma Socratez Sofyan, MA, Halaman 156, hendaknya “kita meminum air dari sumur kita sendiri”.

Kata Sepi, Tuhan Allah memberikan mandat, kepercayaan penuh kepada nenek moyang kita untuk menjaga, memelihara dan sambil menjaga menikmati hasilnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Sehingga sudah seharusnya kita melanjutkan mandat nenek moyang kita yang sudah pernah meletakan fondasi yang kuat dan kokoh.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *