Wamena (KT) – Warga masyarakat yang ada di 7 Kampung Wilayah Distrik Wouma mendatangi kantor Pos Wamena, Kamis (12/8/2021).
Kedatangan warga masyarakat tersebut, guna melakukan aksi demo damai untuk mempertanyakan penyaluran dana Bantuan dari Kementerian Sosial.
Ketua Tim Covid-19 Distrik Wouma, Fabianus Lagowan menjelaskan, masyarakat merasa bahwa penyaluran dana bantuan kepada masyarakat tidak sesuai, karena hampir sebagian besar masyarakat tidak menerimanya.
Sehingga, masyarakat dari 7 Kampung yang ada di Distrik Wouma datang ke Kantor Pos Wamena, guna mempertanyakan langsung penyaluran dana bantuan kepada Kantor Pos Wamena, Dukcapil Jayawijaya dan juga Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Fabianus, beberapa data penerima yang ada di Distrik Wouma di manipulasi, padahal warga masyarakat yang seharusnya terima bantuan, tidak mendapatkan bantuan.
“Pernah dapat, tapi sekarang tidak dapat, jadi masyarakat datang tanya ini,” kata Fabianus.
Selain mempertanyakan dana bantuan dari kementerian sosial, masyarakat juga mempertanyakan bantuan beras yang belum juga di terima masyarakat 7 kampung di Distrik Wouma.
“Masalah beras tadi kepala distrik penjelasan tidak jelas, jadi masyarakat tuntut kepala dinas sosial jelaskan,” kata Fabianus.
Sementara itu, salah satu warga masyarakat Distrik Wouma, Kaitanus Ikinia menjelaskan, penyaluran sebelumnya, sebanyak 1603 orang sudah menerima bantuan, namun untuk penyaluran tahap ke 2 hanya 285 orang yang telah menerima bantuan dana dari kementerian Sosial.
Menurutnya, ada kecurigaan kami bahwa ada permainan kotor yang dimainkan oleh Kepala Distrik, Operator Distrik dan juga yang ada di Dinas Sosial dan Kantor Pos.
“Karena awalnya itu sudah dapat 1603 orang, tetapi kenapa sekarang hanya 285 orang, ini kenapa,” tanya Kaitanus.
Dirinya berharap, dinas Dukcapil dan juga Dinas Sosial dapat bekerja dengan baik lagi, agar semua pendataan dapat berjalan baik dan warga masyarakat yang ada di Distrik Wouma dapat menerima bantuan pemerintah.
Dirinya selaku pemuda Distrik Wouma, memberikan waktu selama satu Minggu, jika tidak dirinya akan memalang dan melarang setiap kendaraan yang akan mengambil material pasir dan batu di Kali Uwe Wamena.
Harapannya, agar 1603 orang yang ada di Distrik Wouma dapat kembali menerima bantuan yang sama.
Sementara itu, Kepala Distrik Wouma, Soni Matuan menjelaskan, beras sebanyak 2,5 Ton sementara ada ditampung di kediamannya dan masih dalam keadaan utuh.
Menurutnya, beras tersebut diantar langsung oleh staf dari Dinas Sosial dan koordinator PKH untuk sementara ditampung sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Kami mau salurkan, tapi masyarakat sibuk ambil uang dikantor Pos, jadi kami ada simpan dan masih utuh, dan kemarin baru 6 orang yang ambil,” kata Soni Matuan.
Dijelaskan, beras bantuan tersebut, tidak bisa diambil jika tidak ada nama dalam daftar penerima beras bantuan.(KT)












