Wamena (KT) – Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya, belum menerima data ataupun jumlah penduduk yang masuk dalam kategori Kemiskinan Ekstrim.
Kepala Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya, Laorens Lagowan menyebutkan, Distrik Wesaput belum menerima atapun mendapat informasi tentang data atau jumlah warga masyarakat Distrik Wesaput yang dikategorikan Kemiskinan Ektrim.
“Saya belum dapat informasi tentang data ini dari OPD terkait dan juga BPS,” kata Laorens Lagowan.
Distrik Wesaput sendiri terdiri dari 7 Kampung dan 1 kelurahan, sehingga sangat dibutuhkan jumlah data yang lengkap terkait masyarakat yang berategori Kemiskinan Ekstrim.
Selaku Kepala Distrik merasa kaget saat mengetahui bahwa Distrik Wesaput masuk dalam Lokus Kemiskinan Ekstrim, karena sebelumnya Distrik Wesaput belum menerima data dari Pemerintah dalam hal ini OPD terkait dan juga Badan Pusat Statistik (BPS).
Apalagi, selama pendataan yang dilakukan BPS di Wilayah Distrik Wesaput, hanya dilakukan pada satu Wilayah, yaitu kelurahan Ilokama, tidak melakukan pendataan di 7 Kampung yang ada di Wilayah Distrik Wesaput.
“Untuk jumlah data warga dari 5 Kampung yang di Kategorikan Kemiskinan Ekstrim belum bisa di sampaikan secara pasti,” kata Laorens Lagowan.
Pada dasarnya pemerintah Distrik Wesaput tetap menerima dan menyambut baik serta memberikan apresiasi atas apa yang sudah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terkait Distrik Wesaput yang masuk dalam Wilayah Kategori Kemiskinan Ekstrim.
Namun yang menjadi kendala saat ini ialah, dirinya belum menerima data lengkap mengenai jumlah warga masyarakat Distrik Wesaput yang dikategorikan Kemiskinan Ekstrim.
Terkati hal itu, Dirinya akan memanggil 7 Kepala Kampung yang ada di Wilayah Distrik Wesaput, guna membicarakan bersama-sama, sehingga tidak berdampak buruk kepada masyarakat yang ada di Distrik Wesaput.(NP)












