Wamena (KT) – Pegiriman Bahan Bakar Minyak ke Kabupaten Jayawijaya selama satu minggu berjalan mengalami kendala akibat Faktor Cuaca dan juga fakor Teknis.
Unit Manager Communication, Relation PT. Pertamina (Persero) MOR VIII Papua, Edy Mangun dalam Release yang di kirim melalui Whatsaap, Selasa (7/12/2021) menyebutkan, terdapat kendala pengiriman BBM untuk satu minggu terakhir, dimaana pesawat pengangkut BBM selama dua hari mengalami Maintenance.
Faktor lain keterlambatan Distribusi BBM ke Wamena ialah factor Cuaca, sehingga dari 5 Slot Fligt pengangkutan BBM, hanya bias mengangkut 3 Flight.
Karena dalam sehari, penerbangan yang membawa BBM ke Wamena hanya disiapkan 5 Flight, itu karena ramainya penerbangan di Bandara Sentani.
Dijelaskan, Total Gasoline yang dikirim ke Wamena selama seminggu terkahir sejak Senin sebesar 40 KL alokasi 30 KL, sedangkan untuk hari selasa sebesar 69 KL Alokasi 30 KL, sama juga untuk hari Rabu sebesar 28 KL PL alokasi 30 KL PL, untuk hari Kamis sebesar 13 KL alokasi 30 PL, untuk hari jumat sebesar 10 PL alokasi 30 PL, untuk hari sabtu sebesar 19 KL alokai 30 PL dan untuk hari minggu sebesar 5 KL alokasi 30 KL, sehingga, totalnya sebanyak 189 KL VS 210 KL atau 87 Persen.
Sedangkan untuk angkutan, kapasitas angkut maksimal per Flight 38 KL dan Kargo dibagi dua dengan PLN.
Menurutnya, untuk saat ini, pengecer BBM yang ada di Kabupaten Jayawijaya sebanyak 192 Orang, dengan alokasi pengambilan BBM sebanyak 30 Liter untuk 1 kali pengambilan dan dalam seminggu diatur mengambilnya maksimal 2 kali.
Untuk mengantisipasi hal ini, jelas Edy, telah disiapkan tambahan 2 Pesawat khusus BBM Subsidi dan Solar bagi PLN, khususnya untuk bulan Desember, karena selama ini pengiriman Kargo ke Wamena dicampur dengan bahan bangunan.
Sedangkan untuk hari Selasa (7/12/2021), Pertamina telah merencanakan mengangkut 48 KL, dan yang sudah terealisasi sebanyak 32 KL, sedangkan sisanya sebanyak 16 KL masih dalam proses menunggu pesawat untuk pengiriman ke Wamena.(NP)












