Wamena (KT) – Bupati Lapago menepis semua bentuk isu yang tersebar di media sosial berapa hari lalu belakangan ini tentang adanya pemberian ijin dan juga penembakan warga yang dilakukan oleh aparat keamanan pada saat terjadinya pertikaian di Distrik Wouma.
“Saya mungkin luruskan di sini, yang terjadi hari minggu yang disampaikan di group bahwa anggota TNI yang memberikan ijin, itu tidak benar semua,” kata Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si, belum lama ini di Wamena.
Menurut Bupati Jhon Banua, aparat keamanan yang bertugas menjaga selama pertikaian terjadi, justru melakukan tindakan yang baik dan berupaya menjaga keamanan dengan baik tanpa adanya kekerasan.
Bupati Jayawijaya berharap kepada seluruh masyarakat, untuk tidak termakan isu dan mendengar isu yang tidak benar jika kita belum mengetahui kebenarannya.
Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom menegaskan, tidak ada satu butir peluru milik aparat keamanan yang mengenai ataupun nyasar terkena masyarakat saat kejadian pertikaian di Distrik Wouma.
“Termasuk korban yang terakhir itu, tidak ada peluru yang masuk, itu murni adalah pertikaian yang terjadi, dan kami sudah lihat semua,” kata Bupati Kabupaten Lanny Jaya.
Dirinya berharap, informasi yang menyesatkan seperti itu jangan sampai menyebar di tengahtengah masyarakat, karena tidak ada yang namanya peluru aparat terkena masyarakat.
Sementara itu, Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf, Arif Budi Situmeang menjelaskan, saat kejadian selama dua hari, pendekatan yang dilakukan oleh aparat baik TNI maupun Polri merupakan pendekatan Humanis.
“Dua hari perang ditanggal 8 dan 9 itu, tidak ada sebutir pun peluru yang keluar, karena, sesuai SOP yang ada khususnya dalam penggunaan senjata dan peluru, semua ada aturannya,” kata Dandim 1702 Jayawijaya.(NP)












