Wamena (KT) – Presiden BEM Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, Wahyu Adi Pratama, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan juga Pemerintah Kabupaten Nduga untuk mendatangi dan melihat kembali keadaan warga terdampak Pertikaian di Wilayah Kampung Wesakma Distrik Wouma Kabupaten Jayawijaya.
Pemerintah diminta untuk menanggapi serius keadaan dan kehidupan sosial masyarakat Distrik Wouma yang benar-benar terdampak akibat pertikaian antara warga yang sempat terjadi pada awal minggu pertama bulan Januari Tahun 2022 kemarin.
Jika dilihat dari keadaan masyarakat yang terdampak, benar-benar sangat memprihatinkan, dimana warga terdampak harus tinggal di rumah yang terbuat dari terpal, belum lagi tentang makan warga sehari-hari yang saat ini menjadi kendala warga terdampak.
“Dari laporan warga masyarakat dilapangan, kami mendapat laporan bahwa, perhatian dan tanggapan dari pemerintah terkait pemulihan rumah warga yang terdampak benar-benar masih kurang,” kata Wahyu Adi Pratama, sabtu (29/1/2022), di Distrik Wouma Kampung Wesakma Kabupaten Jayawijaya.
Dirinya menyarankan, Pemerintah harus segera mengambil langkah dan bergerak cepat untuk menangani persoalan pemulihan keadaan warga masyarakat pasca peristiwa pertikaian antara warga di Distrik Wouma.
Apalagi keadaan anak-anak usia sekolah yang terdampak pertikaian warga perlu mendapat perhaian serius dari pemerintah, karena sarana dan alat untuk ke sekolah anak-anak-anak ikut terbakar saat kejadian.
Sementara itu, salah satu Perempuan asal Jayawijaya dari Komunitas Baliem Valley Root, Agnes menyampaikan perhatiannya terhadap kurangnnya perhatian pemerintah Jayawijaya, Lanny Jaya dan juga Pemerintah Nduga terhadap warga masyarakat yang terdampak pertikaian.
Dirinya berhararap kepada pihak keamanan, untuk dapat mengantisipasi kejadian seperti Di Distrik Wouma, aar kejadian yang sama tidak terjadi ditengah-tengah masyarakat apalagi sampai berdekatan dengan pemukiman warga masyarakat.(NP)












