Pemerintah Lanny Jaya Dituding Caplok Wilayah Jayawijaya Tanpa Ijin

Aksi Demo Oleh Warga Masyarakat Honailama Satu di Kantor Otonom Weneule Huby Wamena

Wamena (KT) – Masyarakat Kabupaten Jayawijaya di Wilayah Kampung Honailama satu menuding Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah mencaplok hak ulayat milik masyarakat Jayawijaya tanpa ijin.

Akibatnya, puluhan masyarakat dari wilayah Honailama satu melakukan Demo, pada Rabu (6/4/2022) di Halaman Kantor Otonom Weneule Huby Wamena kabupaten Jayawijaya.

Mereka diterima asisten 1 Jayawijaya, Drs. Tinggal wusono.

Aksi Demo Oleh Warga Masyarakat Honailama Satu di Kantor Otonom Weneule Huby Wamena

Kedatangan mereka adalah untuk meminta penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, terkait hak ulayat mereka di Honailama satu yang kini sedang dibongkar oleh pemda Lanny Jaya untuk pembangunan jalan.

Koordinator demo, Robert Huby menjelaskan, aksi yang dilakukan masyarakat Honailama satu, guna menuntut penjelasan dan tindakan cepat dari Pemerintah Jayawijaya, agar segera menutup dan menghentikan aktivitas Pembongkaran jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya tanpa seijin masyarakat pemilik Hak Ulayat.

Menurutnya, lokasi pembongkaran jalan merupakan tempat berkebun dan mencari nafkah bagi masyarakat yang ada di Honailama satu.

Pembongkaran jalan tersebut sudah dilakukan oleh Pemerintah Lanny Jaya dari Belakang Kediaman Bupati Lanny Jaya di Wamena hingga sampai ke Lokasi perkebunan Kopi yang ada di Honailama, sehingga yang terdampak dari pembongkaran jalan itu adalah sejumlah lahan kebun milik masyarakat.

Sementara itu, Asisten I Setda Jayawijaya, Tinggal Wusono yang menerima aksi tersebut mengaku, akan di lanjutkan kepada Bupati Kabupaten Jayawijaya agar bisa disikapi.

Apalagi, ada keterlibatan antara keluarga soal pembongkaran jalan tersebut, sehingga pemerintah akan berupaya untuk memfasilitasi pertemuan bersama, agar dapat ditemukan solusi tanpa harus menimbulkan permasalahan baru.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *