Wamena (KT) – Salah satu pegawai Magang yang bekerja di PLN Wamena meninggal dunia setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Sinakma Distrik Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya.
“Laporan dari masyarakat adanya petugas lapangan PLN alami musibah dalam rangka pemeliharaan jaringan, kemudian diantara enam karyawan ada yang masih magang di PLN Wamena dari Tolikara,” ungkap Kapolres Jayawijaya, AKBP Muh. Safei, Jumat (22/4/2022) di Wamena.
Menurut Kapolres, seuai laporan warga masyarakat, pada saat melakukan pekerjaannya ada terjadi miss komunikasi dimana dari pengawas lapangan bersama korban dengan teman lainya yang sudah mematikan jaringan listrik, namun ternyata pada saat korban ingin memperbaiki jaringan, korban atas nama Nelius Yikwa menginjak kabel yang masih aktif, sehingga korban tersengat aliran listrik tegangan tinggi dan meninggal.
Kapolres menjelaskan, pihak PLN Wamena telah melaporkan kasus meninggalnya Nelius Yikwa, dan PLN sendiri akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap korban yang meninggal.
“Kalau dilihat dari pemeliharaan jaringan sehingga bisa disebut kecelakaan kerja, namun yang bersangkutan lalai dalam laksanakan tugasnya, dimana ada dugaan korban tidak mengetahui jika tiang listrik yang dinaikinya itu masih terdapat jaringan,” ungkap Kapolres Jayawijaya.
Walapun demikian, jika pihak PLN maupun pihak keluarga ingin melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, maka pihhak kepolisian juga akan menyesuaikan.
Sementra itu, Raymond Auparay, selaku Manager Unit Layanan Pelanggan Wamena Kota menyebutkan, sebelum kejadian, korban telah diperingati untuk tidak naik ke atasmelewati Trafo.
“Sudah dibilang tidak boleh naik ke atas hanya sebatas di trafo, Pengawas ini bilang begitu, lalu pengawas tinggalkan lokasi untuk pergi ambil makan, Setelah pergi ambil makan baru kejadian, waktu sebelum kejadian sudah dibilang jangan naik ke atas karena belum ada perintah,” ungkap Raymond.
Korban sendiri terkena sengatan listrik dengan Tegangan tinggi sebesar 20 KV.
Untuk jenasah korban, Raymond menjelaskan, piak PLN Sudah berbicara dengan kapolres Jayawijaya untuk dimediasi, sehingga untuk saat ini jenazah akan dibawa ke Tolikara.(NP)












