Wamena (KT) – Sekretaris umum Petisi Rakyat Papua (PRP) Se-Lapago Namene Elopere menilai, masyarakat yang hadir seutuhnya di acara syukuran Befa Yigibalom hanya untuk makan bersama, bukan dukung atau menerima DOB.
“Masyarakat Se-lapago sudah menolak dob dan pemekaran propinsi sepegunungan tengah papua dengan aksi damai dari beberapa kabupaten antara lain kab.lani jaya,mambramo tengah,yahukimo dan juga beberapa kali aksi damai di pusatkan di wamena dan sedang di proses oleh jakarta,” ungkap Namene Elopere, melalui Releasenya, Jumat (20/5/2022).
Namene Elopere juga menjelaskan bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom mengklaim rakyat yang hadir 90% adalah dukung dob dan pemekaran itu tanpa data dan bukti yang jelas sehinga jangan samakan dengan bahasa-bahasa di jakarta seperti 82 % mendukung pemekaran.

Ketua Assosiasi Pegunungan Tengah Papua Befa Jigibalom menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo di jakarta bahwa, Tentunya rakyat lapago meminta DOB dan pemekaran berdasarkan UUD No 21 Tahun 2019 yang kini sudah di ubah menjadi 76 UUD No 2 Tahun 2021.
Namene Elopere juga menilai Bupati Lanny Jaya periode terakhir manfaatkan kesempatan di akhir jabatannya, sehingga tidak ada kepercayaan oleh pemerintah pusat, propinsi dan rakyat di daerah maka sengaja dan terpaksa menghadirkan ditengah-tengah masyarakat demgan isu bakar batu daging babi difasilitasi dengan truk dan lain-lain.
Akhirnya Rakyat selapago hadir bukan mendukung DOB dan Pemekaran, namun motifasi boros daging babi, foya-foya naik truk dan fotifasi uang.
Sekretaris PRP juga juga menyampaikan, masyarakat La-Pago dengan kesadaran sebagai tuan tanah tetap menuntut mencabut Otonomi khusus dan tolak pemekaran propinsi pegunungan Tengah Papua.(NP)












