5 Jam Berikan Keterangan, Akhirnya Namene Bersama Tim PRP Dipulangkan

Namene Elopere di damping langsung oleh Ibu Mercy Waromi yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), di Ruang Reskrim Polres Jayawijaya

Wamena (KT) – Selama 5 jam sejak jam 11 siang hingga jam 4 Sore, Selasa (7/6/2022), Namene Elopere bersama Tim Petisi Rakyat Papua La-Pago telah memberikan keterangan dan klarifikasi terkait Aksi Demo tanggal 3 Juni 2022 kepada pihak Kepolisian.

Sehingga tepat pada Pukul 4 Sore Waktu Wamena, Namene Elopere bersama Tim PRP dipulangkan dari Kantor Kepolisian Polres Jayawijaya.

Dalam Pemeriksaan itu, Namene Elopere di damping langsung oleh Ibu Mercy Waromi yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Kata Namene, dalam pemeriksaan dan penyampaikan keterangan, dirinya telah menyampaikan semua rentetan kejadian yang saat itu terjadi pada tanggal 3 Juni 2022, termasuk terkait patahnya tiang bendera di depan Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya.

“Saat ini saya bersama Ketua DPRD dan Kapolres ada di Depan Kantor DPRD Jayawijaya dan kami sebagai Saksi, dan aksi yang dilakukan secara spontan dengan Waita (Nyanyian dan Tarian-Bahasa Daerah) memutari tiang bendera sambil memegang tali ting Bendera, dan tiba-tiba tiang patah dan jatuh,” ungkap Namene.

Setelah tiang bendera patah, saya diperintahkan Kapolres untuk mengambil Bendera yang jatuh dan langsung menyerahkan kepada Bapak Kapolres Jayawijaya.

“Jadi kalau ada yang bilang bakarlah, rabiklah, itu baku tipu semua, karena utuh saya serahkan ke Kapolres Jayawijaya,” ungkap Namene.

Dirinya menegaskan, dalam aksi putar dan panjat Tiang Bendera, bukan dilakukan oleh Rombongan PRP, melainkan ada penyusup yang sengaja ingin menggagalkan Aksi Demo tanggal 3 Juni 2022.

“Saya tahu semua anak-anak yang ada dalam PRP, karena saya dekat sekali dan sudah kontrol, jadi tadi saya sudah sampaikan ke Polisi, itu Penyusup yang sengaja mau gagalkan aksi tanggal 3, pelakunya saya tidak kenal,” ungkap Namene Elopere.

Terkait pemeriksaan, Namene Elopere menyebutkan, hanya bersifat Klarifikasi atas kejadian yang terjadi pada tanggal 3 Juni 2022 kemarin.

Sehingga, dirinya berharap, masyarakat di Jayawijaya dan Lapago, tidak perlu merasa kuatir dan resah, dan juga masyarakat diharapkan untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *