Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah mengantisipasi masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak hewan di seluruh Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Dinas Pertanian yang didalamnya ada Bidang Perternakan dan kesehatan hewan, telah mengantisipasi masuknya PMK di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Upaya pencegahan awal yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Jayawijaya ialah dengan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi serta dengan Kementerian Pertanian Direktoriat peternakan.

Sejauh ini, Kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sesuai informasi dari Tenaga ahli atau dokter hewan yang ada di Jayawijaya, belum ada informasi tentang kasus PMK yang menyerang ternak hewan di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
“Syukur sampai hari ini belum ada laporan terkait dengan ada Hewan yang terserang PMK,” ungkap Hendry Tetelepta.
Belum adanya kasus PMK di Papua dan Jayawijaya dikarenakan, sikap tegas pembatasan yang dilakukan Provinsi Papua melalui Edaran Gubernur tentang pelarangan semua produk hewan hidup maupun produk dagung hewan masuk ke Wilayah Papua.
“Kami di darah tinggal menindaklanjuti edaran Gubernur dan istrukksi Bupati dalam hal pembatasan masuknya hewan hidup dan daging hewan masuk Wamena,” ungkap Hendry Tetelepta.
Sejauh ini, Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terus melakukan pengawasan kesehatan Feterinet, yang bekerjasama dengan Balai Karantina Pertanian yang selalu memantau pemasukan daging di Bandara, sehingga distribusi daging dari Jayapura ke Wamena tetap aman.
Untuk pengawasan lokal di Kabupaten Jayawijaya terhadap Hewan Ternak dan juga daging jualan, Kepala Dinas Pertanian menyebutkan, selama ini status Jayawijaya masih aman dari PMK, karena ada 3 dokter Hewan dan juga beberapa tenaga medis yang selalu melakukan pengawasan terhadap peredaran dan perkembangan PMK di Kabupaten Jayawijaya.(NP)












