Polisi, Media Resmi dan Penggiat Medsos Diminta Bijak Saat Mempublikasikan Kasus Diego

Wamena (KT) – Keluarga Duka (Alm) Bripda Fernando Diego Rumaropen berharap kepada pihak Kepolisian, Media Resmi dan Penggiat Media Sosial untuk bijaksana dalam mempublikasikan kasus (Alm) Bripda Fernando Diego Rumaropen.
“Karena selama ini berita-berita itu hanya mengangkat Profil, hanya gambar yang ditampilkan itu hanya anak kami atau cucu kami, jadi kami harap yah stop sudah, terutama gambar-gambar yang luka dan gambar yang tentang anak kami, karena hal itu akan memicu emosi dari keluarga korban,” ungkap Pendeta Alexander Mauri, Minggu (26/6/2022), saat menggelar jumpa pers di Wamena.

Keluarga Duka berharap, media bisa mengangkat dari sisi para saksi dan juga Mantan Komandan Kompi (Danki), agar dalam pemuatan dan publikasi nilai estetika pemberitaan dapat lebih berimbang.

Menurutnya, sampai saat ini Keluarga Duka masih mencurigai ada peran besar dari pimpinan Danki yang pada intinya mengorbankan anak (Alm) Bripda Fernando Diego Rumaropen, sehingga keluarga korban meminta kepada semua pihak yang memuat berita dan khususnya di Medsos serta pihak kepolisian harus benar-benear berimbang, sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain.
“Ada piak-pihak lain yang merasa dan menyatakan bertanggungjawab,, terus terang kami pihak keluarga menolak hal itu,” ungkap Pdt. Alex Mauri.

Karena mereka yang menyebutkan bertanggungjawab belum bisa mempertanggunngjawabkan dan belum bisa menunjukan kepada kami keluarga yang berduka, tentang bukti otentik, baik barang dan bukti lainnya.

“Itukan tidak ada, jadi kami tetap mempercayakan semuanya diselesaikan oleh Polri tetapi kami juga keluarga yang ada melalui hubungan kekeluarga yang ada akan berupaya menggali dan mendalami keadian ini, jadi kami minta Bapak Kapolda menuntaskan persoalan dan kasus ini,” kata Pdt. Alex Mauri.

Kepada teman-teman media dan teman-teman wartawan, Keluarga Duka menyampaikan terimakasih karena telah mendampingi keluarga dari kejadadian hingga sekarang.
Diakui, keluarga Duka sudah sepakat dan akan selalu mengupdate berita setiap satu minggu kepada Media, sampai persoalan yang menimpa (Alm) Bripda Fernando Diego Rumaropen terungkap.

Keluarga Duka berharap, Polda Papua terus memberikan informasi kepada pihak keluarga, karena dengan kejadian ini tidak membuat hubungan kami renggang, tetapi akan membangun kebersamaan, sehingga kita semua dapat mengkapanyekan menolak semua perbuatan dan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa orang.

Sementara itu, Mewakili Keluarga Duka, Abner Maniagasi beharap, jangan ada informasi yang keliru atau informasi yang mengintimidasi dan sengaja dimuat di Media massa, atau medsos yang dapat menimbulkan kesan dan pesan yang salah terhadap oknum-oknum atau terhadap TPN/OPM.

“Sekali lagi kalau Polda belum melakukan penyidikan dan belum menentukan dan memberikan bukti, jangan salahkan orang ini atau orang itu, karena kami pihak keluarga juga sedang menunggu, karena pihak keluarga tidak menunduh siapa-siapa pelakunya, karena semua sudah serahkan kepada penyelesaian oleh pihak kepolisian,” ungkap Abner.

Keluarga Duka berharap, kepada setiap oknum orang yang tidak bertanggunngjawab dan sengaja mempublikasikan informasi, supaya jangan lagi dilakukan, sehingga tidak menimbulkan pandangan yang salah dalam masyarakat, karena Polda Papua masih menjalankan tugas mereka dan juga pihak keluarga sedang menunggu hasil, sesuai dengan bukti yang jelas dan fakta-fakta yang benar.

Jadi siapaun dia, sekali lagi Keluarga Duka berharap, harus lebih bijaksana dan lebih berimbang dalam membuat atau menaikan informasi terkit (Alm) (Alm) Bripda Fernando Diego Rumaropen.

“Yang menaikan informasi yang salah ke media untuk jangan lagi melakukan hal yang sama, karena Polda Papua masih melakukan pemeriksaan dan belum ada bukti dan pernyataan-pernyataan resmi yang membuktikan mereka pelakunya, jadi kita sama-sama menunggu sehingga semua terbuka dan jelas,” ungkap Abner Maniagasi.(NP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *