Wamena (KT) – Jelang perayaan Hai Raya Kurban di Kabupaten Jayawijaya, Stok yang tersedia khususnya di Wilayah Kabupaten Jayawijaya sebanyak 1.075 Hewan Kurban.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hedry Tetelepta menjelaskan, 1075 Hewan Kurban yang tersedia terdiri dari, ternak Sapi sebanyak 578 ekor, ternak Kerbau sebanyak 16 ekor, ternak Kambing sebanyak 481 Ekor.
Sedangkan untuk kebutuhan pada perayaan hari raya Kurban, tersedia hewan ternak sapi sebanyak 30 ekor,ternak Kerbau 3 ekor dan ternak Kambing sebanyak 20 ekor, sehingga ketersediaan hewan ternak pada hari raya Kurban di Kabupaten Jayawijaya cukup dan tersedia.
Menurutnya, sebelum dilakukan penyembelihan pada hewan ternak, Dinas Pertanian akan melakukan pemeriksaan kepada semua ternak yang dijadikan Hewan Kurban.
Terkait hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Jayawijaya, Hendry Tetelepta menjelaskan, terkait mewabahnya Penyakit Mulut (PMK) pada hewan ternak berkuku belah, sudah ada instruksi Gubernur Papua yang melarang segala jenis ternak yang berkuku belah masuk ke Wilayah Papua, seperti Sapi, Domba, Kambing, Kerbau dan Babi.
Untuk di Kabupaten Jayawijaya, Hendry Tetelepta menjelaskan, tenaga ahli yang ada pada bidang peternakan selalu melakukan pengawasan di lapangan khususnya pada peternak, sehingga wabah PMK yang terjadi di luar Papua belum ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Walaupun demikian, Hendry menyebutkan, yang menjadi kendala saat ini ialah pengawasan masuknya daging atau hewan ternak hidup dari luar kota Wamena melalui jalan darat.
Terkati pembinaan Kelompok tani yang menghasilkan sayur-sayuran di Kabupaten Jayawijaya, Hendry Tetelepta menjelaskan, Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan dan juga pembinaan kepada Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, wilayah Distrik Asolokobal dan juga Maima serta Wouma merupakan wilayah atau kawasan penghasil sayur-sayuran dan bumbu dapur terbanyak di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami saat ini hanya menghadirkan data tentang Poktan-poktan yang menghasilkan bahan mentah, sehingga siapa yang mau beli silahkan ke lokasi Poktan,” ungkap Hendri Tetelepta.
Untuk permintaan Komoditi pertanian, Hendry Tetelepta menjelaskan, data terakhir dari Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya, permintaan banyak, namun terkendala biaya pembelian Komoditi di lahan perkebunan milik Poktan-poktan binaan.(NP)












