Merajut Asa di Tanah Mimika: Saat Satgas Damai Cartenz Membawa Senyum ke Rumah Yatim

MIMIKA, (KT) — Selasa (10/3/2026) menjadi hari yang tak terlupakan bagi puluhan anak di Mimika Baru.

Di tengah rutinitas menjaga stabilitas keamanan, personel Operasi Damai Cartenz 2026 meluangkan waktu untuk hadir secara personal, membawa bantuan sekaligus kehangatan bagi anak-anak di panti asuhan.

Kehadiran yang Menghapus Jarak
Dipimpin oleh Kasatgas Banops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Bambang Widiatmoko, S.H., M.M., kunjungan pertama menyasar Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul di Jalan Maleo, Wonosari Jaya.

Suasana formal seketika mencair saat anak-anak menyambut para personel dengan tawa dan jabat tangan erat. Interaksi yang terjalin tampak alami; para petugas duduk bersama anak-anak, mendengarkan cerita mereka, dan berbagi canda seolah tanpa sekat antara aparat dan masyarakat.

Lebih dari Sekadar Bantuan Sembako
Selain menyerahkan bantuan pokok berupa beras, telur, dan mi instan, kehadiran satgas membawa misi yang lebih besar: merawat harapan.
• Titik Kunjungan Kedua: Kebersamaan serupa berlanjut ke Yayasan Cinta Kasih Bunda di Kamoro Jaya.
• Misi Utama: Menunjukkan bahwa negara hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai sahabat yang peduli pada masa depan generasi muda Papua.

Pesan Kedamaian dari Hati
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan humanis adalah fondasi utama operasi tahun ini.

“Keamanan sejati lahir dari rasa percaya. Kami ingin anak-anak Papua tumbuh dengan perasaan bahwa mereka dilindungi dan disayangi. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan harapan mereka tetap menyala,” ungkap Brigjen Pol. Faizal.
Senada dengan hal itu, Kombes Pol. Bambang Widiatmoko menambahkan bahwa senyum anak-anak adalah indikator kedamaian yang sesungguhnya.

Menurutnya, membantu memenuhi kebutuhan dasar panti asuhan adalah langkah kecil untuk membangun masa depan Papua yang lebih cerah.

Membangun Masa Depan Lewat Kepedulian
Kunjungan ini menegaskan kembali paradigma baru Operasi Damai Cartenz: bahwa perdamaian di tanah Papua tidak hanya dibangun melalui patroli keamanan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang tulus.

Bagi anak-anak di Mimika, kehadiran para personel hari itu adalah bukti nyata bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menjemput mimpi-mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *