Suara Tokoh dari Jayapura: Penegakan Hukum Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Adalah Kunci Pembangunan Papua

Jayapura, (KT) – Dukungan terhadap keberlanjutan stabilitas di Tanah Papua terus mengalir. Kali ini, apresiasi datang dari tokoh akademisi sekaligus pemuka agama, Dr. Alfius Aninam, S.Th., M.Pd. Ia menilai kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah berhasil memadukan ketegasan hukum dengan pendekatan humanis yang menyentuh akar persoalan masyarakat.

Dalam pandangannya, langkah cepat dan taktis aparat dalam memutus rantai peredaran senjata api serta menangani kejahatan kemanusiaan dilakukan dengan cara yang persuasif, arif, dan bijaksana. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga martabat dan rasa aman warga sipil.

Keamanan: Napas Pendidikan dan Kesehatan
Dr. Alfius menekankan bahwa gangguan keamanan bukan sekadar masalah kriminalitas biasa, melainkan penghambat utama hak dasar masyarakat Papua.

“Gangguan keamanan secara langsung memutus akses anak-anak kita untuk menimba ilmu. Pembangunan infrastruktur terhenti dan layanan kesehatan menjadi lumpuh. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan jika kita ingin Papua maju,” tegas Dr. Alfius.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Satgas Damai Cartenz 2026 menjadi “tameng” yang memastikan program pemerintah di pelosok Papua dapat berjalan tanpa intervensi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dukungan Penuh untuk Penegakan Hukum

Secara khusus, Dr. Alfius memberikan dukungan moral atas keberhasilan Satgas dalam mengungkap jaringan peredaran senjata api, termasuk di wilayah Kabupaten Jayapura. Menurutnya, pembersihan unsur-unsur kekerasan adalah langkah awal menuju kesejahteraan.
• Tegas: Menindak pelaku kriminal tanpa pandang bulu.
• Serius: Menangani kasus kejahatan kemanusiaan hingga tuntas.
• Sinergis: Membangun komunikasi dua arah dengan tokoh adat dan agama.
“Kami mendukung penuh langkah tegas ini. Penanganan yang serius adalah investasi bagi masa depan anak cucu kita di Papua,” imbuhnya.
Seruan Persatuan dan Kedamaian
Mengakhiri pernyataannya, Dr. Alfius mengajak seluruh elemen bangsa di Papua—mulai dari tokoh masyarakat hingga pemuda—untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Ia berharap intensitas penegakan hukum yang humanis ini terus ditingkatkan di seluruh wilayah adat.

“Mari kita bergandengan tangan. Biarlah Tanah Papua tetap menjadi tanah yang aman, damai, dan sejahtera bagi siapa saja yang mendiaminya,” pungkasnya.
Pernyataan ini mempertegas bahwa sinergi antara akademisi, tokoh agama, dan aparat keamanan adalah fondasi utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Bumi Cendrawasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *