Kecam Serangan Israel terhadap Pasukan UNIFIL: SETARA Institute Desak Investigasi Internasional dan Evaluasi Total Mitigasi Risiko

Direktur Setara Institute Hendardi

JAKARTA, (KT) — SETARA Institute menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan: Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu M. Nur Ichwan. Serangan militer Israel ini merupakan tragedi kemanusiaan sekaligus serangan langsung terhadap mandat perdamaian dunia.

SETARA Institute juga menyampaikan simpati mendalam serta doa bagi para prajurit lainnya yang mengalami luka berat, agar segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia ini.

Pelanggaran Berat Hukum Internasional
SETARA Institute mengecam keras aksi keji militer Israel yang secara substansial telah meruntuhkan pilar-pilar hukum internasional, antara lain:
* Pelanggaran Konvensi Jenewa 1949: Mengabaikan prinsip perlindungan mutlak bagi personel penjaga perdamaian.
* Pelanggaran Resolusi DK PBB 1701: Mengancam stabilitas kawasan dan melemahkan mandat misi UNIFIL di Lebanon Selatan.
* Ancaman terhadap Perdamaian Global: Tindakan ini merusak kepercayaan antarnegara terhadap mekanisme keamanan kolektif PBB.

Desakan Tindakan dan Akuntabilitas
Atas peristiwa tragis ini, SETARA Institute menyatakan sikap:
1. Mendesak PBB untuk menjamin prinsip non-repetition (ketidakberulangan) dengan memberikan perlindungan maksimal bagi personel penjaga perdamaian, serta menjatuhkan sanksi tegas atas pelanggaran serius ini.
2. Mendorong Pemerintah RI dan UNIFIL untuk menuntut investigasi transparan dan akuntabel guna menyeret pihak bertanggung jawab ke ranah hukum internasional.
3. Evaluasi Rules of Engagement (RoE): Mendorong Pemerintah Indonesia dan TNI untuk meninjau ulang aturan pelibatan personel di kawasan dengan risiko eskalasi tinggi guna memastikan sistem mitigasi risiko dan prosedur evakuasi darurat berfungsi optimal.
Keselamatan Personel sebagai Prioritas Utama

Keamanan para patriot bangsa harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap misi internasional. Sesuai mandat UUD 1945 untuk ikut menjaga ketertiban dunia, komitmen perdamaian ini tidak boleh mengabaikan aspek perlindungan jiwa personel yang bertugas di garda terdepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *