Pertamina : BBM Satu Harga Kian Merata di Pegunungan Papua

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII kembali menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua.

Wamena, Kawattimur –  PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII kembali menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua. Kali ini menyasar wilayah Pegunungan tepatnya di Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, dengan meresmikan SPBU baru, Jumat 22 Febuari. Pertamina mengklaim hadirnya SPBU baru itu penyaluran BBM 1 harga di Pegunungan Papua kurang merata.

SPBU dengan nama Kompak 86.995.18 ini telah diujicobakan operasionalnya sejak tahun 2018 yang lalu.

Secara sarana dan prasarana, SPBU tersebut dilengkapi dengan dua unit nozzle untuk masing-masing produk dan dua unit mesin pompa mini untuk menampung BBM yang disalurkan ke wilayah Jayawijaya.

“Kali ini BBM 1 harga juga diresmikan di Bolakme ini bersamaan dengan peresmian BBM 1 harga di Pulau Buru Maluku”, jelas Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Comm & CSR MOR VIII – Maluku Papua usai meresmikan SPBU tersebut.

Pertamina terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh wilayah Indonesia, agar semua masyarakat dapat menikmati energi secara adil di wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak di distrik Bolakme maka warga sekitar dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Harga BBM di Lembaga Penyalur Pertamina mengacu kepada Kepmen ESDM No. 4738 Tahun 2016 yakni harga Premium Rp 6.450/liter & harga Solar Rp 5.150/liter. Sebelumnya, harga BBM di Bolakme mencapai Rp 25.000-30.000,- per liter.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII kembali menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua.

BBM di Distrik Bolakme dikirim dari Supply Point Terminal BBM Jayapura yang diangkut menggunakan mobil tangki kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 145 KM dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Adapun setiap dua kali dalam sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 50 KL Bio Solar dan 150 KL Premium.

Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, tentunya Pertamina perlu didukung oleh berbagai pihak terkait, seperti Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat agar BBM 1 Harga tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Hadir dalam peresmian tersebut Region Manager Retail Fuel Marketing VIII, Fanda Chrismianto, Bupati Jayawijaya, John Richard Banua, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana.

Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Marthin Yogobi mengatakan,
dengan hadirnya SPBU baru di wilayahnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan BBM bersubsdi semakin terpenuhi.

“Permintaan akan BBM di Wilayah Pegunungan Papua terus meningkat, sehingga dengan bertambahnya lembaga penyalur diharapkan kebutuhan BBM satu harga bisa semakin terpenuhi,”kata Wakil Bupati.

Jayawijaya menjadi pintu masuk ke sejumlah kabupaten di Pegunungan Papua seperti, Lany Jaya, Nduga, Yalimo, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak, Mamberamo Tengah. Posisi Distrik Bolakme sangat strategis karena persimpangan menuju ke sejumlah kabupaten teraebut diatas. “Hadirnya SPBU ini akan mensuplay kebutuhan BBM bersubsidi ke beberapa kabupaten,”kata Wakil Bupati. (Ba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *